
Cedera lutut bukan hal baru di dunia olahraga terutama sepak bola. Dari Neymar Jr. yang harus menepi berbulan-bulan karena ligamennya robek, hingga Cristiano Ronaldo yang terpaksa meninggalkan final Euro 2016 akibat cedera MCL semuanya membuktikan bahwa bahkan tubuh terlatih pun punya titik lemah. Yang menarik, cedera ini nggak cuma menyerang atlet top dunia. Kamu yang gemar futsal, jogging, atau sekadar aktif di gym pun berisiko mengalaminya jika tidak berhati-hati lho.
Tapi, pernah nggak sih kamu kepikiran, sebenarnya cedera lutut itu kayak gimana sih? Dan kenapa sering banget kita dengar istilah ACL, MCL, atau meniskus setiap kali ada atlet yang tumbang di lapangan? Apa sih bedanya tiga cedera itu, dan seberapa parah dampaknya buat aktivitas kita sehari-hari?

Cedera ACL, Si Penjaga Kestabilan Lutut
ACL (Anterior Cruciate Ligament) adalah ligamen yang berada di tengah lutut, berfungsi menjaga agar tulang paha dan tulang kering tidak bergeser berlebihan. Menurut Mayo Clinic, cedera ACL biasanya terjadi saat seseorang berhenti mendadak, berubah arah secara cepat, atau salah mendarat setelah melompat situasi yang sangat umum di olahraga seperti sepak bola, basket, atau voli. Gejala khasnya meliputi bunyi pop dari lutut, pembengkakan dalam hitungan jam, nyeri hebat, dan sensasi lutut terasa tidak stabil saat berjalan. Kalau ligamen ini robek, sebagian besar kasus membutuhkan operasi rekonstruksi. menurut cleveland clinic terbagi menjadi tiga, dari yang paling ringan sampai yang paling parah:
- Tingkat 1: ACL mengalami peregangan cukup jauh hingga sedikit rusak, tapi masih utuh dan mampu menahan tulang lutut tetap pada posisinya.
- Tingkat 2: Peregangan pada ACL semakin parah hingga sebagian seratnya robek dan membuat ligamen terasa lebih kendur.
- Tingkat 3: ACL robek sepenuhnya ligamen terpisah menjadi dua bagian dan lutut kehilangan stabilitasnya.

Cedera MCL, Si Penjaga Lutut Bagian Dalam
Berbeda dari ACL, MCL (Medial Collateral Ligament) terletak di sisi bagian dalam lutut dan berfungsi menahan gerakan lutut agar tidak terlalu melengkung ke arah dalam. Menurut Cleveland Clinic, cedera MCL sering disebabkan oleh benturan langsung ke bagian luar lutut, terlbih gerakan memutar, memutar, dan memotong secara tiba-tiba dan kuat. Misalnya akibat tekel dari samping dalam pertandingan sepak bola. Robekan MCL paling umum terjadi pada orang yang bermain olahraga tertentu seperti ski, sepak bola, bola basket, dan bola voli.Cedera ini dibagi menjadi tiga tingkatan:
- Tingkat 1: Robekan ringan, kurang dari 10% serat ligamen yang rusak. Lutut masih stabil dengan nyeri ringan dan sedikit rasa tidak nyaman di sisi dalam lutut. biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-3 minggu
- Tingkat 2: Robekan sebagian pada MCL, menyebabkan lutut terasa agak longgar dan nyeri sedang hingga cukup hebat di bagian dalam lutut. umumnya membutuhkan waktu empat hingga enam minggu untuk sembuh dengan pengobatan.
- Tingkat 3: Robekan total pada MCL, membuat lutut sangat tidak stabil dan terasa longgar. Nyeri biasanya parah, dan sering disertai cedera ligamen lain seperti ACL. pada tingkat 3 ini membutuhkan waktu enam minggu atau lebih untuk sembuh dengan pengobatan.

Cristiano Ronaldo pernah mengalami cedera MCL ringan saat Euro 2016 dan harus ditarik keluar dari lapangan. Ia kemudian menjalani perawatan intensif dengan brace lutut dan fisioterapi agar cepat pulih. Kabar baiknya, sebagian besar cedera MCL bisa sembuh tanpa operasi, asalkan tidak disertai kerusakan ligamen lain.
Cedera Meniskus, Si Bantalan Lutut yang Sering Diabaikan
Meniskus adalah jaringan tulang rawan berbentuk seperti huruf C di antara tulang paha dan tulang kering. Tugasnya sebagai peredam kejut alami dan membantu mendistribusikan beban tubuh secara merata. Menurut Mayo Clinic, cedera meniskus biasanya terjadi akibat gerakan memutar mendadak pada lutut saat menahan beban tubuh. Gejalanya bisa berupa nyeri tajam, lutut bengkak, sensasi klik, hingga lutut terasa terkunci dan sulit diluruskan.

Kira Kira Apa Saja Bedanya?
| Jenis Cedera | Letak | Penyebab Umum | Gejala Khas |
|---|---|---|---|
| ACL | Tengah lutut | Perubahan arah mendadak, salah mendarat | Bunyi “pop”, lutut goyah, bengkak cepat |
| MCL | Sisi dalam lutut | Benturan dari samping | Nyeri di sisi dalam lutut, bengkak ringan |
| Meniskus | Di antara tulang paha & tulang kering | Putaran lutut mendadak | Nyeri menusuk, lutut terkunci, bunyi “klik” |
Cara Cegah Dan Atasi Cedera ACL, MCL, dan Meniskus
Nggak perlu jadi atlet dulu untuk mulai peduli dengan lutut. Kamu bisa mencegah cedera dengan:
- Lakukan peregangan dan pemanasan sebelum berolahraga atau berlatih.
- Lakukan pendinginan dan peregangan setelah aktivitas fisik.
- Latihan kekuatan otot paha, betis, dan bokong untuk menopang lutut.
- Gunakan sepatu dengan bantalan dan grip yang sesuai.
- Pakai pelindung lutut (knee support) saat aktivitas berat atau latihan intensif.
Kalau kamu terkena cidera ACL, MCL, atau meniskus, metode RICE (istirahat, es, kompresi, elevasi) akan sangat membantu. Metode RICE melibatkan mengistirahatkan lutut, mengompres lutut dengan es, mengenakan perban elastis di sekitar lutut (kompresi), dan meninggikan lutut saat beristirahat. Penyedia layanan kesehatan juga mungkin menyarankan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri untuk membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan di lutut Anda. lalu kamu bisa gunakan kruk atau tongkat untuk menopang tubuh. kamu juga bisa gunakan penyangga lutut untuk proses pemulihan. penggunaan deker lutut bisa bantu menjaga stabilitas dan mengurangi risiko cedera ulang. Di Galeri Medika, ada beberapa pilihan deker lutut terbaik seperti:
![]() Dr. Ortho ES-7A01 |
![]() Grace CARE GC-KP420 |
![]() Variteks 898 |
![]() Dr. Ortho OH-754 |
![]() Variteks 858 |
|---|
Jadi, sekarang kamu sudah tahu kan bedanya cedera ACL, MCL, dan meniskus? Walau sering dikaitkan dengan pemain sepak bola, faktanya cedera lutut ini bisa terjadi pada siapa saja yang aktif bergerak mulai dari yang rutin jogging, main bulu tangkis, sampai yang suka latihan di gym. Karena itu, penting banget untuk paham perbedaan dan gejalanya supaya bisa lebih waspada. Nah, kalau kamu mulai merasakan tanda-tanda seperti nyeri, lutut terasa nggak stabil, atau bengkak setelah beraktivitas, jangan tunggu parah dulu kamu bisa gunakan deker lutut untuk bantu menopang sendi dan mempercepat pemulihan. Semua produk deker lutut terbaik bisa kamu dapatkan hanya di Galeri Medika, pastinya 100% original dan bisa dikirim ke seluruh Indonesia.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acl-injury/symptoms-causes/syc-20350738
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21979-mcl-tear
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16576-acl-tear
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/torn-meniscus/symptoms-causes/syc-20354818
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/musculoskeletal-conditions
https://sport.detik.com/sepakbola/bola-dunia/d-6990085/neymar-alami-cedera-acl-dan-meniskus-segera-jalani-operasi
https://www.bola.net/piala_eropa/cedera-ronaldo-dan-berkah-portugal-kisah-ajaib-di-final-euro-2016-dan-uefa-nations-league-202-ea6c85.html









