Setiap hari, banyak anak kereta atau anker harus menempuh perjalanan cukup panjang dengan KRL untuk bekerja atau beraktivitas. Berdiri lama, berdesakan di jam sibuk, dan berpacu dengan waktu sudah menjadi bagian dari rutinitas yang mau tidak mau dijalani. Meski terlihat biasa, kebiasaan ini sebenarnya bisa memengaruhi kondisi tubuh. Ada beberapa keluhan dan penyakit yang ternyata cukup sering dialami para anker tanpa mereka sadari. Kita bahas sama-sama yuk apa saja masalah kesehatan yang sering muncul agar perjalanan harian tetap nyaman dan badan tetap fit.

Gangguan Kesehatan Mental akibat Rutinitas PP yang Melelahkan

Banyak pekerja Jabodetabek menghabiskan 2–4 jam setiap hari untuk perjalanan menggunakan KRL. Durasi yang panjang ini secara otomatis mengurangi waktu istirahat, terutama jika perjalanannya padat dan penuh tekanan. Dalam psikologi, kondisi seperti ini dapat mengganggu keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi serta menurunkan kepuasan hidup. Tidak sedikit anker yang merasa sebagian besar harinya habis di perjalanan sehingga energi untuk aktivitas lainnya menjadi sangat terbatas.

Kelelahan ini bukan hanya fisik. Tubuh mengalami “stimulus overload”, yaitu kondisi ketika otak harus memproses banyak rangsangan sekaligus seperti suara, dorongan, suhu panas, dan kepadatan sehingga energi mental cepat terkuras. Akibatnya daya tahan tubuh menurun, membuat penumpang lebih mudah sakit terutama di musim hujan atau saat banyak penyakit menular seperti influenza.

naik krl

Penyakit & Gangguan Kesehatan yang Sering Menyerang Pengguna KRL

  1. ISPA dan Batuk Pilek akibat Ruang Gerbong yang Padat
    Gerbong KRL yang selalu penuh dengan ventilasi terbatas membuat udara di dalamnya cepat tercemar. Paparan droplet dari penumpang yang batuk atau bersin serta kondisi gerbong yang panas meningkatkan risiko tertular batuk pilek dan Infeksi Saluran Pernapasan Atas. Risiko ini semakin tinggi pada musim hujan atau saat banyak penyakit menular sedang meningkat.
  2. Iritasi Tenggorokan dan Masalah Pernapasan
    Debu, asap kendaraan di peron, serta sirkulasi udara yang buruk dapat memicu iritasi tenggorokan dan gangguan pernapasan. Banyak pengguna KRL mengeluhkan tenggorokan kering, batuk ringan, atau sesak, terutama saat berada di gerbong yang padat. Bagi yang memiliki riwayat alergi atau asma, kondisi seperti ini dapat membuat gejala lebih sering muncul.
  3. Nyeri Punggung dan Leher karena Berdiri Lama
    Berdiri lama sambil menjaga keseimbangan di ruang sempit membuat postur tubuh sulit tetap stabil. Penumpang sering membungkuk, memiringkan tubuh, atau memegang pegangan dalam posisi yang tidak ideal. Kondisi ini memicu nyeri punggung, bahu, dan leher. Keluhan semakin berat bagi mereka yang membawa tas punggung atau tote bag berisi barang berat selama perjalanan.
  4. Varises dan Pembengkakan Kaki
    Pengguna KRL yang harus berdiri berulang kali dalam waktu lama berisiko mengalami gangguan peredaran darah pada kaki. Ruang gerak yang sempit membuat darah sulit mengalir dengan lancar sehingga muncul keluhan seperti kaki pegal, bengkak, atau terasa berat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu varises, terutama pada penumpang yang bepergian pulang-pergi jarak jauh setiap hari.
  5. Sakit Kepala dan Migrain akibat Tekanan dan Stres Perjalanan
    Perjalanan yang padat dan penuh tekanan dapat memicu sakit kepala hingga migrain. Faktor seperti desakan penumpang, udara panas, kebisingan, dan kekhawatiran terlambat membuat tubuh memproduksi lebih banyak hormon stres. Jika berlangsung hampir setiap hari, keluhan sakit kepala dapat muncul lebih sering dan memengaruhi fokus serta produktivitas.

Tips Melindungi Diri Saat Rutin Naik KRL

  1. Gunakan Masker dengan Filtrasi Baik
    Melindungi diri dari droplet, debu, dan polusi terutama saat gerbong padat atau musim penyakit.
  2. Bawa Hand Sanitizer dan Tisu Antiseptik
    Untuk membersihkan tangan setelah memegang pegangan atau permukaan kereta.
  3. Jaga Postur dan Gunakan Tas Ergonomis
    Mengurangi ketegangan punggung dan leher saat berdiri lama di kereta.
  4. Lakukan Peregangan Ringan dan Gunakan Stocking Varises CCL 1
    Membantu melancarkan aliran darah dan mencegah kaki pegal atau bengkak akibat berdiri lama.
  5. Istirahat Cukup dan Kelola Stres
    Tidur cukup dan lakukan aktivitas sederhana seperti mendengarkan musik atau mengatur pernapasan untuk tetap rileks selama perjalanan.
naik krl

Jalan Harian yang Tidak Terhindarkan, Tapi Bisa Lebih Sehat

Naik KRL setiap hari memang melelahkan, tetapi perjalanan tetap bisa dibuat lebih nyaman dengan kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan, memakai masker yang tepat, dan menjaga tubuh tetap rileks. Untuk membantu anker tetap fit selama perjalanan, kamu bisa melengkapi kebutuhan harian dengan alat kesehatan yang mendukung, mulai dari masker, hand sanitizer, hingga stocking varises CCL 1.

Semua perlengkapan tersebut bisa kamu temukan di Galeri Medika. Yuk, kepoin produknya agar perjalanan harian tetap aman dan lebih sehat.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://ejurnal.kampusakademik.my.id/index.php/jipm/article/download/815/725/3323
https://www.klikdokter.com/psikologi/kesehatan-mental/gangguan-kesehatan-yang-mengintai-para-komuter
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/varicose-veins/symptoms-causes/syc-20350643