Merawat luka Anda sama pentingnya dengan memberikan waktu untuk menyembuhkannya. Dengan mengetahui perban perawatan luka yang tepat yang Anda perlukan dapat memastikan Anda tetap bebas dari infeksi, juga melindungi dari lebih banyak kemungkinan semakin parah, dan meningkatkan waktu penyembuhan luka yang lebih cepat.

Dalam hal penyembuhan luka, sangat penting untuk memastikan bahwa penyembuhan berlangsung secepat dan seefektif mungkin, karena ini penggunaan perban yang tepat sangatlah penting. Jenis perban yang digunakan untuk membalut luka harus selalu bergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis cedera, ukuran, letak cidera, dan tingkat keparahannya.

Apa itu Perban?

Perban atau pembalut luka adalah bahan bertekstur lembut yang bersentuhan dengan luka untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Mereka membantu menghentikan pendarahan dan menjadikan darah mulai membeku. Perban menyerap darah dan cairan lainnya, mereka membantu dalam debridement luka, atau pengangkatan jaringan mati.

Dengan hampir 3.000 jenis perban yang ada di pasaran saat ini, mungkin sulit untuk mengetahui pilihan yang tepat. Artikel ini akan membantu Anda lebih mengenal jenis perban perawatan luka yang paling umum digunakan dan kapan waktu penggunaan masing-masing jenis perban yang paling sesuai. Tetapi jika cedera Anda serius, Anda harus segera menemui penyedia layanan kesehatan atau pergi ke perawatan darurat untuk perawatan luka sehingga menghindari komplikasi lebih lanjut. Sekarang, mari kita bahas jenis utama perban luka dan kegunaannya.

1. Kasa

Perban-Kasa

Kasa, atau pembalut kain, adalah perban luka yang paling umum digunakan dan paling banyak tersedia saat ini. Mereka dapat dibuat dari sutra tenun atau juga bukan tenunan, linen, poliester, rayon, atau kapas yang menyebabkannya sangat permeabel. Jenis bahan ini non-oklusif yang berarti tidak menempel pada kulit, memungkinkan darah, air, dan udara dengan mudah melewatinya. Perban ini dengan mudah membantu luka mengering, meminimalkan eksudat, cairan bocor dari luka.

Kasa bisa diproduksi dalam berbagai bentuk dan ukuran yang dapat dengan mudah disesuaikan agar sesuai dengan luka. Ada varietas steril dan non-steril. Ada juga yang dengan atau tanpa batas perekat. Anda dapat menggunakannya pada apa saja mulai dari cedera jari kecil hingga luka yang meluas ke seluruh tubuh. Ada varietas pra-potong dalam bentuk kotak, lembaran, atau strip pengepakan, serta bungkus panjang yang dapat dililitkan di sekitar anggota badan atau dipotong sesuai ukuran.

  • Spons kasa: Jenis kasa ini biasanya terbuat dari katun 100%, dan biasanya digunakan untuk menyerap darah atau cairan lainnya. Mereka biasanya relatif murah, dan bagus untuk penggunaan semua tujuan pembersihan, membalut luka, pengepakan, dan persediaan untuk semua jenis luka.
  • Gulungan perban kasa: Juga digunakan untuk semua jenis luka, gulungan kasa dapat digunakan sebagai lapisan pertama atau lapisan tambahan pada luka. Gulungan kapas 100% dapat dililitkan di sekitar anggota badan di kepala dan sangat berguna untuk luka yang berada di area yang tidak mudah untuk ditutup.

Waktu Penggunaan Terbaik: Kami merekomendasikan perban kasa untuk melindungi luka terbuka atau kulit rusak yang terjadi akibat cedera ringan. Ini bisa termasuk siku yang tergores, luka kecil yang sedikit tidak nyaman, atau cedera di area yang sensitif. Kasa digunakan sebagai lapisan pelindung pertama, dan terkadang lapisan kedua untuk menutup balutan. Ini sangat membantu di area yang sulit dijangkau atau berpakaian karena kemampuan bahan untuk menyesuaikan diri dengan tubuh Anda. Kegunaan lain yaitu untuk membersihkan luka, serta menjaganya agar tetap bebas dari infeksi. Karena sifat murah dari bahan ini, dapat digunakan untuk penggunaan satu kali atau jangka pendek dan kemudian dibuang.

2. Hidrokoloid

Perban-Hidrokoloid

Perban hidrokoloid terdiri dari partikel koloid hidrofilik. Ini dapat mencakup gelatin, pektin, dan selulosa. Bahan-bahan ini memungkinkan fleksibilitas, yang berarti kenyamanan yang lebih besar untuk semua jenis kulit. Perban luka memiliki alas yang aman yang terbuat dari film atau busa berperekat, dan mudah diaplikasikan. Dengan menciptakan lingkungan luka yang tertutup dan lembab, hidrokoloid dapat menjaga luka tetap bersih, mencegah infeksi, dan mempercepat proses penyembuhan. Ada berbagai jenis hidrokoloid, yang berarti mereka juga memiliki tingkat penyerapan yang berbeda. Dilapisi dengan polisakarida dan polimer lainnya, dressing menyerap slough dan eksudat, dan kemudian perlahan membengkak menjadi tumpukan bahan seperti gel. Setelah Anda membuang bekas peban (yang dapat terurai secara hayati), akan ada beberapa residu yang tertinggal di dasar luka yang mungkin menimbulkan bau tidak sedap. Seringkali bau ini dianggap sebagai indikasi cedera yang terinfeksi.

Anda dapat menemukan perban hidrokoloid dalam berbagai bentuk dan ukuran. Ada beberapa yang diproduksi tepi miring, yang menambah cengkeraman pada kulit agar tidak menggulung. Menggunakan jenis perban ini akan melindungi area luka tersebut dan mencegahnya dari masuknya air, oksigen, atau bakteri. Orang yang menggunakan hidrokoloid sebagai perban luka mereka memiliki tingkat infeksi yang jauh lebih rendah daripada banyak perban lain di luar sana. Ini termasuk kain kasa, film semi-permeabel, busa semi-permeabel, dan hidrogel lembaran. Mereka tidak hanya terbukti baik dalam mencegah infeksi, tetapi hidrokoloid juga merupakan salah satu jenis perban yang paling tahan lama.

Waktu Penggunaan Terbaik: Anda dapat menggunakan hidrokoloid untuk luka bakar, luka nekrotik, dengan pembungkus kompresi, luka dengan drainase ringan hingga sedang, dan pada ulkus vena atau tekanan. Mereka efektif untuk debridement autolitik.

3. Hidrogel

Perban-Hidrogel

Hidrogel dimaksudkan untuk menenangkan luka, mengurangi rasa sakit, membantu menyembuhkan, dan melawan infeksi. Perban luka ini terbuat dari 80 hingga 99% air atau gliserin, menambah kelembapan pada luka kering. Dengan menambahkan kelembapan ke area tersebut, Hidrogel memungkinkan penyembuhan lebih cepat dengan memecah jaringan yang kering dan mati dan mendorong pertumbuhan sel. Perban hidrogel tidak dapat menyerap banyak cairan dan karenanya tidak efektif untuk banyak cedera. Tersedia dalam bentuk gel, lembaran, atau kasa impregnasi (kasa jenuh dengan larutan), balutan saat dioleskan akan terasa sejuk dan bahkan bisa mengurangi rasa sakit. Dibandingkan dengan beberapa pilihan lain, hidrogel tidak seefektif menangkal bakteri karena permeabilitasnya terhadap gas dan air. Selain itu, mereka dapat dengan cepat mengalami dehidrasi, terutama yang berbahan dasar air.

Waktu Penggunaan Terbaik: Hidrogel paling baik digunakan untuk luka kering yang perlu disembuhkan, serta luka dengan eschar. Ini paling baik digunakan untuk luka-luka yang sedikit atau tidak ada cairan yang dikeluarkan. Penggunaan hidrogel juga berguna untuk luka yang sangat menyakitkan. Karena kemampuannya untuk meningkatkan pertumbuhan sel yang membawa kelembapan tambahan, hidrogel ideal untuk luka bakar tingkat dua, borok tekan, tempat donor dari cangkok kulit, serta luka yang telah terinfeksi.

4. Film Transparan

Perban-Film-Transparan

Perban film transparan adalah lembaran tipis poliuretan bening yang memiliki lapisan perekat di satu sisi yang menempel pada kulit. Lapisan tersebut menempel pada kulit di sekitar luka yang kering tetapi tidak menempel pada luka itu sendiri karena reaksinya dengan eksudat luka. Karena sifatnya yang tipis, ini dikatakan sebagai salah satu jenis perban yang lebih nyaman. Juga berkontribusi pada kenyamanannya adalah fleksibilitasnya. Elastisitasnya yang tinggi memungkinkannya untuk melenturkan, sehingga memungkinkan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai kontur tubuh. Dan karena filmnya jernih, ini memungkinkan Anda melihat area tersebut dengan mudah dan mengukur proses penyembuhannya tanpa menghilangkan perbannya. Film transparan memungkinkan luka Anda tetap bersih dari bakteri, yang berarti lebih sedikit infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

Waktu Penggunaan Terbaik: Perban transparan dapat digunakan sebagai lapisan pengaman pertama atau kedua pada cedera. Ini adalah perban yang umum digunakan yang akan diterapkan dokter ketika mereka ingin melihat lebih detail luka. Ini sering mencakup cedera yang lebih besar dan lebih rumit seperti luka bakar, bisul, sayatan bedah kulit, situs donor cangkok kulit, dan situs IV. Dengan mampu melihat kulit, memungkinkan dokter untuk dengan mudah mengidentifikasi potensi komplikasi lebih awal, seperti infeksi.

5. Kolagen

Perban-Kolagen

Perban kolagen sedikit berbeda dari kebanyakan perban lainnya karena mereka bertindak sebagai kulit kedua sementara. Memiliki kulit kedua ini memungkinkan sel-sel baru untuk menumpuk, tumbuh, dan menjadi berkelanjutan. Tanpa perban seperti itu, waktu penyembuhan luka akan memakan waktu lebih lama. Tidak hanya itu, kolagen membantu menghilangkan jaringan mati, pembentukan pembuluh darah baru, dan mengencangkan tepi kulit.

Waktu Penggunaan Terbaik: Perban kolagen sebagian besar digunakan untuk luka kronis yang memiliki tingkat penyembuhan yang sangat lambat atau benar-benar terhenti. Anda dapat menggunakannya di tempat transplantasi, luka tekan, luka bakar, bisul, tempat operasi, atau luka luas permukaan.

6. Busa

Perban-Busa

Jenis perban umum lainnya adalah perban busa. Busa terbuat dari polimer berbusa, biasanya poliuretan, dan dibuat menjadi lembaran atau bentuk lain. Mereka memiliki sel terbuka yang dapat menahan cairan, memungkinkan penyerapan. Tetapi tingkat penyerapan didasarkan pada ketebalan dan komposisi busa. Busa menyerap kelebihan cairan serta menjaga area lembab pada saat yang sama, memungkinkan penyembuhan lebih cepat juga. Sifat bahan yang sangat lembut juga membantu melindungi cedera, melindunginya dari bahaya lebih lanjut. Perban ini terkadang bisa direndam terlebih dahulu dalam larutan, atau dikombinasikan dengan bahan lain. Busa datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Mereka dapat dengan mudah dilepas karena kontak dengan luka adalah non-perekat. Busa bisa datang dengan batas perekat, seringkali dengan lapisan film transparan pelindung yang membantu mencegah bakteri masuk tetapi memungkinkan uap air masuk. Ini membantu menjaga kelembapan yang cukup untuk penyembuhan luka. .

Waktu Penggunaan Terbaik: Busa membantu mencegah bau tak sedap, serta pelepasan sedang hingga berat. Mereka ideal untuk luka sebagian-tebal dan penuh-tebal, dan luka serius dan tidak serius. Anda juga dapat menggunakan busa untuk cedera akibat tekanan.

7. Alginat

Perban-Alginat

Dressing alginat dibuat untuk memberikan perlindungan yang efektif untuk luka yang memiliki drainase dalam jumlah tinggi, dan luka bakar, ulkus vena, luka pengepakan, dan ulkus tekanan tinggi. Perban ini menyerap kelebihan cairan dan membuat gel yang membantu menyembuhkan luka atau luka bakar lebih cepat. Mengandung serat natrium dan rumput laut, dressing ini mampu menyerap cairan dalam jumlah besar, ditambah mereka dapat terurai secara hayati setelah digunakan. Perban ini perlu diganti setiap dua hari, terkadang lebih, karena jumlah cairan yang diserap dan sifat luka. Menggantinya terlalu sering dapat menyebabkan terlalu banyak kekeringan atau dapat menyebabkan bakteri menembus luka. Ini hanya boleh digunakan untuk luka basah dengan drainase cairan tinggi; jika tidak, mereka dapat menghambat penyembuhan dengan mengeringkan luka terlalu cepat.

Waktu Penggunaan Terbaik: Makroalga ini bisa sangat menyerap, yang membuatnya sempurna untuk luka basah yang memiliki banyak drainase. Ini berarti luka yang ekstrem atau dalam, termasuk luka bakar, luka pengepakan, borok vena, atau borok tekanan yang lebih tinggi. Perban alginat perlu sering diganti karena jumlah cairan yang akan diserap. Ini bisa berarti setidaknya setiap dua hari. Kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda jika Anda merasa perlu menggantinya lebih sering atau lebih jarang, tergantung pada tingkat keparahan cedera Anda. Jika perban diganti terlalu banyak, itu bisa menyebabkan terlalu banyak kekeringan, yang sama dengan kemungkinan lebih besar bagi bakteri berbahaya untuk masuk. Alginat tidak bekerja dengan baik untuk luka yang kering karena akan menciptakan lingkungan yang lebih kering, membuat waktu penyembuhan lebih lama.