
Pernah bangun tidur dengan leher kaku atau nyeri sampai susah menoleh? Bisa jadi kamu mengalami… salah bantal! Meski terdengar sepele, posisi tidur yang buruk dan tinggi bantal yang tidak sesuai bisa mengganggu keselarasan tulang leher, menambah stres pada otot, dan menurunkan kualitas tidur. Studi menunjukkan bahwa bantal yang tepat dapat mengurangi tekanan, merilekskan otot leher dan bahu, serta meningkatkan kenyamanan saat tidur.
Apa Itu Salah Bantal?
Istilah "Salah Bantal" pasti sudah nggak asing di telinga kita. Biasanya muncul saat kita bangun tidur dengan leher terasa nyeri, kaku, atau susah digerakkan. Secara medis, kondisi ini sering dikaitkan dengan torticollis akut, yaitu saat otot leher tiba-tiba "ngambek" dan berkontraksi secara tidak normal. Akibatnya? Saat kepala dimiringkan leher terasa sakit dan gerakan leher jadi terbatas kayak robot rusak.Tingkat keparahannya pun macam-macam. Kadang cuma bikin leher tidak nyaman selama beberapa jam, tapi kalau sudah parah, bisa sampai berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu bikin susah tidur dan menganggu aktivitas kalau tidak segera ditangani.
Penyebab Salah Bantal : Salah Tinggi, Leher Jadi Korban
Ternyata, salah satu penyebab leher kaku setelah bangun tidur adalah tinggi bantal yang tidak cocok! Kebanyakan orang berpikir semua bantal itu sama saja, padahal faktanya: tinggi bantal punya pengaruh besar terhadap tekanan di kepala dan leher.Sebuah penelitian membuktikan dengan cara mengetes empat ukuran bantal berbeda mulai dari yang rendah banget sampai yang tinggi banget. Hasilnya? Saat bantal terlalu tinggi, tekanan di leher bisa naik sampai 65% lebih besar dibanding bantal rendah. Bayangin deh, leher kamu kerja lembur semalaman cuma buat menopang kepala yang posisi tidurnya tidak pas!Tidak cuma soal tekanan, posisi tulang leher pun ikut terdampak. Bantal yang terlalu tinggi bikin leher jadi terlalu melengkung dan posisi kepala jadi nggak natural. Akhirnya? Bangun tidur langsung disambut nyeri, kaku, atau susah noleh alias "salah bantal"!

Penyebab Lain Leher Sakit Saat Bangun Tidur
Meski “salah bantal” sering jadi kambing hitam saat bangun tidur dengan leher kaku, sebenarnya ada banyak faktor lain yang bisa bikin leher kamu protes juga, lho! Kadang rasa nyeri itu bahkan mulai terasa sejak siang hari tanpa kamu sadari.Berikut beberapa penyebab umum nyeri leher selain salah bantal:
- Postur tubuh yang buruk saat duduk atau berdiri terlalu lama
- Menatap layar komputer atau TV tanpa jeda apalagi sambil bungkuk atau menunduk
- Osteoarthritis di bagian sendi tulang belakang atas, yang bikin leher terasa kaku dan nyeri
Jadi, kalau lehermu sering terasa nyeri atau kaku, coba cek bukan cuma bantalmu tapi juga gaya hidup dan postur harian kamu! Bisa jadi lehermu cuma butuh sedikit perhatian dan perbaikan kebiasaan.
Cara Menghindari Salah Bantal: Tips Tidur Bebas Leher Kaku
Bantal bukan sekadar tempat sandaran kepala saat tidur, desain dan bahannya punya pengaruh besar terhadap kenyamanan dan kesehatan lehermu, lho! Penelitian terbaru mengungkap fakta menarik: bentuk dan isi bantal yang tepat bisa mengurangi ketegangan otot leher dan bikin kualitas tidur makin maksimal.Kalau kamu termasuk tim tidur telentang, maka bantal berbentuk persegi panjang jadi pilihan terbaik. Studi menunjukkan bahwa bentuk ini mampu menopang kepala, leher, dan bahu secara seimbang, sehingga aktivitas otot leher berkurang drastis. Hasilnya? Tidur jadi lebih rileks, dan kamu bangun tanpa rasa nyeri.Sebaliknya, buat kamu yang sering tidur menyamping, bantal berbentuk silinder justru lebih nyaman. Bentuknya yang mengikuti lekuk leher dan bahu membantu menjaga posisi tulang belakang tetap sejajar. Penelitian bahkan mencatat penurunan aktivitas otot yang signifikan saat menggunakan bantal silinder pada posisi miring artinya otot leher kamu nggak perlu "kerja lembur" sepanjang malam.

Rekomendasi Penyanga Leher Untuk Atasi Salah Bantal
Dalam beberapa kasus salah bantal, terutama yang menyebabkan nyeri cukup parah atau berlangsung lebih dari beberapa hari, tubuh membutuhkan dukungan tambahan agar otot leher tidak bekerja terlalu keras. Salah satu alat yang direkomendasikan oleh tenaga medis adalah neck collar, yaitu penyangga leher yang membantu menjaga postur leher tetap netral dan mengurangi tekanan biomekanik selama masa pemulihan. Penggunaan penyangga leher bisa sangat membantu dalam fase awal pemulihan, terutama bila disertai dengan istirahat yang cukup dan penghindaran gerakan ekstrem. Bagi kamu yang sedang mencari neck collar berkualitas dengan harga terjangkau, Galeri Medika menyediakan berbagai pilihan alat kesehatan yang sesuai standar medis dan bisa kamu sesuaikan dengan tingkat kebutuhan, baik untuk penggunaan ringan di rumah maupun untuk penanganan cedera lebih serius.

1. Dr. Ortho OH-002 Penyangga Leher
Dr. Ortho OH-OO2 Soft Cervical Collar, membantu memberikan dukungan pada leher yang mengalami cedera, terbuat dari bahan yang mudah menyerap dan busa yang berkualitas mempermudah dan memberikan dukungan pada leher, dengan bahan yang lembut, ringan, nyaman dipakai dan mampu menyerap keringat.
Fitur Produk
- Memberikan dukungan pada leher
- Lembut, ringan dan nyaman dipakai
- Mudah dipakai
- Tersedia ukuran S, M, L, XL, XXL
Beli produk? KLIK DISINI

2. Neomed JC-7007 Penyangga Leher
Alat Penyangga leher dengan bahan berkualitas dan berbahan lembut mengurangi nyeri pada leher akibat cidera maupun karena kelelahan setelah beraktivitas sepanjang hari.
Fitur Produk
- Bahan sponge yang lembut berkualitas tinggi.
- Dilengkapi dengan lubang sirkulasi udara untuk kenyamanan penggunaan.
- Design yang sesui dengan bentuk leher untuk memberikan topangan yang maksimal.
- Ukuran universal
Beli produk? KLIK DISINI

3. Variteks 203 Penyangga Leher
Penyangga leher (Soft Collar) dengan ekstrak micro aloevera yang dapat memberikan sensasi dingin pada kulit anda saat menggunakannya. Terdapat pula kandungan zat KUN yang berasal dari partikel bambu membuat lebih menyerap keringat dari pada kapas dan melembabkan kulit.
Fitur Produk
- Kondisi yang membutuhkan imobilisasi ringan pada area servikal
- Keseleo ringan, di area cervical collar (tulang servik)
- Bahan terbuat dari serat bambu yang dapat menyerap keriingat
- Dapat digunakan sehari hari untuk beraktivitas
- Dapat digunakan untuk pria dan wanita
- Tinggi leher 8cm
- Tersedia ukuran S, M, L
Beli produk? KLIK DISINI
https://www.kompas.com/hype/read/2023/06/02/093503966/dikta-tekuni-freediving-jadi-instruktur-dan-terjadi-perubahan-gaya-hidup
https://youtu.be/EPVgHa5nxIQ?si=fPLgqIjQZifOE-Ix
https://www.merriam-webster.com/dictionary/free%20diving
https://www.bioscmed.com/index.php/bsm/article/download/1026/1187/
https://www.researchgate.net/publication/379202146_Benefit_of_breath-holding_training_on_the_concept_of_recreational_freediving_in_healthy_adults_-_a_systematic_literature_review


