
Ditengah tren gaya hidup sehat yang semakin digandrungi anak muda, muncul kebiasaan baru yaitu mengurangi konsumsi gula. Kesadaran akan bahaya gula berlebih baik dalam bentuk gula pasir maupun pemanis buatan mendorong banyak orang untuk mulai selektif terhadap apa yang mereka konsumsi. Ironisnya, di saat yang sama pasar kuliner justru dibanjiri oleh makanan dan minuman viral yang mengandung kadar gula tinggi. Bubble tea, dessert box, minuman kekinian, hingga camilan instan menjadi godaan tersendiri yang sulit dihindari.
Fenomena ini menciptakan tarik-menarik antara gaya hidup sehat dan tren makanan manis yang merajalela di media sosial. Namun, apakah mengurangi gula adalah solusi paling tepat untuk hidup sehat, atau justru bisa menimbulkan efek samping yang tidak disadari, seperti tubuh lemas dan kurang bertenaga?
Berapa Banyak Gula yang Aman Dikonsumsi Setiap Hari?
Menentukan seberapa banyak gula yang aman dikonsumsi setiap hari sangat penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa konsumsi gula, baik pada orang dewasa maupun anak-anak, sebaiknya tidak melebihi 5% dari total asupan kalori harian.
Sementara itu, di tingkat nasional, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menetapkan batas konsumsi gula harian yang sedikit lebih longgar, yaitu maksimal 50 gram per hari atau sekitar 5–9 sendok teh gula. Angka ini mencakup seluruh konsumsi gula tambahan dari makanan dan minuman, bukan hanya dari gula pasir yang kita tambahkan ke kopi atau teh.
Efek Samping yang Umum Terjadi Saat Mengurangi Gula Secara Drastis
Mengurangi asupan gula secara tiba-tiba memang bisa berdampak positif dalam jangka panjang, namun proses adaptasi tubuh tidak selalu berjalan mulus. Gejala yang muncul selama proses sugar withdrawal atau penarikan gula dari pola makan akan sangat bergantung pada seberapa cepat seseorang mengurangi konsumsi gula serta seberapa baik tubuhnya beradaptasi.
Beberapa gejala umum yang dilaporkan oleh para peneliti baik dari studi pada hewan maupun manusia meliputi:
- Kesulitan tidur atau gangguan tidur
- Suasana hati yang menurun atau depresi ringan
- Peningkatan kecemasan
- Mudah marah dan emosional
- Keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan manis
- Mual
- Sakit kepala
- Tubuh terasa lelah dan kurang energi (fatigue)
Gejala-gejala ini bersifat sementara dan bisa berbeda pada setiap individu. Namun, penting untuk dipahami bahwa reaksi ini adalah bagian dari proses penyesuaian tubuh terhadap pola makan yang lebih sehat dan rendah gula.

Tips Mengurangi Efek Samping Saat Berhenti Konsumsi Gula
Mengurangi konsumsi gula secara drastis bisa menimbulkan berbagai gejala tidak nyaman seperti lemas, mudah marah, sakit kepala, dan keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan manis (craving). Namun, dengan strategi yang tepat, proses adaptasi tubuh ini bisa dilalui dengan lebih mudah dan tetap menjaga energi harian.
Untuk membantu tubuh beradaptasi, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan agar proses berhenti gula jadi lebih nyaman:
- Kurangi gula secara perlahan
Tidak semua orang cocok langsung berhenti total. Bila perlu, lakukan secara bertahap saat mengurangi asupan manis sedikit demi sedikit setiap minggu. Fokuslah pada satu jenis makanan manis dulu untuk dikurangi, lalu lanjutkan ke jenis lainnya. - Perbanyak minum air putih
Dehidrasi bisa memperburuk rasa lelah dan keinginan untuk mengonsumsi gula. Hindari minuman manis seperti bubble tea, soda atau teh manis karena justru bisa memicu keinginan makan manis kembali. - Makan lebih sering dengan porsi kecil
Jangan biarkan perut terlalu kosong. Makan dalam porsi kecil tapi sering dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga tubuh tidak ‘teriak’ minta gula. - Sarapan dengan makanan bergizi
Mulailah hari dengan menu yang mengenyangkan seperti oatmeal, telur, atau buah segar. Sarapan yang baik bisa mencegah keinginan ngemil yang tidak sehat di siang hari. - Pastikan ada protein dan serat di setiap kali makan
Keduanya bisa membantu tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga keinginan untuk ngemil makanan manis bisa ditekan. - Tetap aktif bergerak
Aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau olahraga ringan terbukti bisa membantu mengurangi gejala tidak nyaman saat mengurangi gula. - Hindari pemanis buatan
Meski bebas gula, pemanis buatan bisa memperburuk keinginan makan manis dan justru membuat Anda lebih sulit lepas dari ketergantungan. - Cukup Tidur
Tidur yang kurang bisa memperburuk suasana hati, memperkuat keinginan makan manis, dan membuat tubuh lebih lelah. Usahakan tidur cukup agar tubuh bisa pulih dan beradaptasi lebih cepat.

Manfaat Menggunakan Alat Cek Gula Darah Saat Diet Gula
Bukan rahasia lagi bahwa pola makan dan gaya hidup sangat memengaruhi kadar gula darah. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten memiliki kadar gula darah yang lebih stabil dan berisiko lebih rendah mengalami gangguan kesehatan terkait diabetes, seperti resistensi insulin, hiperglikemia, maupun komplikasi metabolik lainnya. Agar hasil dari perubahan gaya hidup ini dapat terukur dengan lebih baik, pemantauan rutin menggunakan alat cek gula darah sangat disarankan.
Menggunakan glukometer (alat cek gula darah) bukan hanya untuk penderita diabetes. Alat ini sangat bermanfaat untuk Anda yang sedang menjalani pola makan rendah gula atau diet sehat.
Beberapa manfaatnya antara lain:
- Mendeteksi fluktuasi gula darah setelah makan
- Melihat reaksi tubuh terhadap pengurangan gula
- Menjaga kadar gula tetap normal dan stabil
- Mencegah risiko hipoglikemia akibat perubahan pola makan ekstrem
Kini banyak tersedia alat cek gula darah yang mudah digunakan di rumah, tanpa perlu ke laboratorium. Hasilnya cepat dan bisa langsung Anda pantau setiap hari.
Untuk mendapatkan alat yang terpercaya dan 100% original, Anda bisa membelinya melalui Galeri Medika, toko alat kesehatan yang sudah dikenal menyediakan berbagai produk medis berkualitas. Galeri Medika menyediakan alat cek gula darah dari merek-merek ternama dan bisa dibeli secara online maupun offline. Cocok untuk Anda yang ingin mulai hidup sehat dengan pemantauan yang lebih cermat.
https://kalbenutritionals.com/id/news-&-event/ini-batas-aman-konsumsi-gula-harian#:~:text=Pada%20akhirnya%2C%20penurunan%20kadar%20gula,diikuti%20penurunan%20kadar%20gula%20darah
https://www.verywellmind.com/sugar-withdrawal-symptoms-timeline-and-treatment-4176257
https://www.verywellhealth.com/sugar-withdrawal-6502380
https://heartology.id/health-library/content/cek-gula-darah-manfaat-metode-dan-cara-menjaga-gula-darah/




