Untuk bayi 0 hingga 6 bulan disarankan hanya diberi ASI bukan susu formula. Kemudian dilanjutkan diberi ASI serta makanan pendamping ASI hingga anak berusia 2 tahun. Karena susu ibu lebih banyak kandungan gizi yang dibutuhkan bayi ketimbang susu formula. Selain itu ASI di dapatkan tanpa mengeluarkan uang satu persen pun. Jadi lebih hemat biaya keluarga bukan?

Di zaman sekarang, seorang ibu yang memiliki seorang bayi juga masih banyak yang belum mengundurkan diri dari pekerjaannya dengan alasan hanya membantu suami atau menekan biaya dan semua kebutuhan keluarga yang mana jika ada bayi, biayanya akan semakin banyak. Walau alasan apa pun, Bayi tetap harus diberikan ASI selama 2 tahun karena banyak manfaat yang didapat dari ibu dan bayi.

Manfaat memberikan ASI bagi ibu dan bayi



1. Menguatkan Sistem Imun Bayi

Dengan memberikan ASI, bayi akan mendapatkan zat antibodi pembentuk kekebalan tubuh yang terkandung dalam ASI yang bertujuan untuk membantunya melawan virus dan bakteri yang sangat berbahaya bagi bayi. Virus dan bakteri ini akan menimbulkan banyak penyakit pada bayi seperti diare, asma, alergi, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan, konstipasi, sindrom kematian bayi mendadak, dan meningitis. Bayi juga terhindar dari obesitas dan penyakit diabetes bila dibandingkan dengan memberikannya susu formula.


2. Mengandung Zat Gizi Penting Bayi.

Air susu ibu atau ASI yang pertama kali diberikan kepada bayi bernama kolostrum. Berbeda dengan warna susu umumnya, cairan kolostrum berwarna bening tapi agak kekuningan. Sebaiknya jangan buang cairan kolostrum ini karena mengandung sejumlah zat gizi yang baik untuk bayi. Kandungan zat gizi di dalam kolostrum antara lain antibodi, vitamin A, dan sel darah putih. Jumlah cairan kolostrum ASI memang tidak banyak, tapi manfaat yang ada di dalamnya sangat baik bagi bayi. Berkat adanya manfaat dari kolostrum ASI yang pertama kali membuat Anda dianjurkan untuk tidak melewatkan pemberian bagi bayi.

Cairan setelah kolostrum adalah asi susu ibu biasa namun tetap banyak kandungan penting lainnya. Kandungan tersebut adalah:

• Karbohidrat laktosa yang menyimpan 42 persen energi pada bayi
• Protein Whey yang mengandung 60 persen total protein
• Protein Kasein yang mengandung 40 persen total protein
• Lemak esensial yang terbagi menjadi 2 yakni asam linoleat dan asam alfa linoleat yang membangun senyawa AA dan DHA yang penting bagi bayi. ASI menyumbang 40 hingga 50 persen energi harian bayi.
• Vitamin baik yang larut dengan lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Serta yang larut dengan air seperti vitamin B dan vitamin C.
• Mineral yang banyak terkandung di dalam ASI seperti kromium, kalsium, seng, tembaga, zat besi, selenium, mangan, fluor, dan masih banyak lagi.


3. Meningkatkan kecerdasan pada bayi.

Menurut para ahli, asam lemak yang terdapat pada air susu ibu memiliki peranan penting bagi kecerdasan otak bayi. Selain itu, hubungan emosional antara ibu dan bayi yang terjalin selama proses menyusui akan turut memberi kontribusi positif. Berbagai penelitian juga menunjukkan hasil yang mendukung pernyataan bahwa bayi yang mendapat ASI, memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi bila dibandingkan diberi susu formula.

Masih banyak lagi manfaat yang hanya ada pada air susu ibu yang penting untuk bayi. Bagi para ibu yang memiliki pekerjaan namun perusahaan hanya memberikan hak cuti 3 bulan saja untuk ibu melahirkan yang mana bayi tetap harus diberikan ASI selama 2 tahun tentun membuat sulit untuk ibu memberi bayi ASI sekaligus melangsungkan aktivitas kerja si ibu.

Di zaman yang serba canggih ini. Ibu tidak perlu gelisah masalah pemberian ASI pada bayi sambil bekerja karena sudah ada alat yang mampu menyedot ASI dengan menggunakan elektrik. Jadi bisa mudah memberikan ASI dan menitipkannya ke nenek bayi sehingga tidak khawatir apabila si bayi ditinggal ibu bekerja seharian.


Bistos BT-100 Pompa ASI



Bistos BT-100 pompa ASI adalah alat pompa asi elektrik yang merupakan pilihan tepat dan lebih efisien bagi ibu yang sedang bekerja.
Desain yang ringkas, praktis, nyaman, dan ergonomis dan sudah bersertifikat FDA dari Kementerian Kesehatan Indonesia sehingga jelas aman serta menggunakan baterai yang pasti bisa di pakai di tempat kerja si Ibu tanpa harus menghubungkannya ke listrik.