Kulit adalah organ terluar dari tubuh manusia yang memiliki peran penting untuk melindungi dari infeksi dan cedera. Kulit memiliki kemampuan secara alami untuk menghalangi masuknya mikroorganisme berbahaya dan zat-zat lainnya kedalam tubuh. Namun, berbeda kondisinya dengan orang yang memiliki penyakit diabetes, karena mekanisme alami kulit terganggu oleh tingginya kadar gula darah. Penderita diabetes tidak mampu menghasilkan atau menggunakan insulin dengan efisien, sehingga menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi. Kadar gula darah yang tidak terkontrol itulah yang dapat menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah.

Kerusakan pada saraf akibat tidak terkontrolnya kadar gula darah didalam tubuh dapat mengurangi sensitivitas kulit terhadap rasa sakit, panas, atau tertekan. Akibatnya, penderita diabetes ketika mengalami luka kecil seperti lecet atau goresan pada kaki tidak dapat merasakannya dan jika luka tersebut tidak segera diobati maka dapat berkembang menjadi luka yang lebih besar dan serius. Sementara itu, kerusakan pada pembuluh darah dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke kaki. Darah yang tidak mencukupi inilah yang menjadi penyebab terhambatnya proses penyembuhan luka. Luka inilah yang kemudian akan berkembang menjadi Ulkus Diabetikum.

Ulkus Diabetikum: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Ulkus Diabetikum ini dikategorikan dalam beberapa tingkatan tergantung dari dalamnya luka dan luasnya jaringan yang mati. Terdapat 6 klasifikasi tingkatan atau tahapan Ulkus Diabetikum:

  • Tingkat 0: Luka hanya di area permukaan kulit atau area jaringan subkutan
  • Tingkat 1: Kedalaman luka telah mencapai ligamen, tendon, dan otot
  • Tingkat 2: Kedalaman luka telah sampai ke tulang
  • Tingkat 3:Jaringan di bagian kaki tertentu seperti jempol atau tumit telah mengalami kematian
  • Tingkat 4: Kematian jaringan semakin luas hingga ke bagan kaki secara keseluruhan
  • Tingkat 5: Luka beresiko menyebabkan komplikasi seperti sepsis, sehingga harus segera diamputasi

Penyebab Ulkus Diabetikum

Ulkus Diabetikum biasanya terjadi pada bagian tubuh yang menahan beban tubuh seperti jempol atau telapak kaki. Ulkus Diabetikum adalah kondisi dimana kaki mengalami luka disertai dengan cairan nanah yang tidak sedap. Luka tersebut biasanya sulit sembuh dan tidak terasa nyeri. Penyebab yang dapat menjadikan kondisi ini adalah sebagai berikut:

1. Aliran darah yang tidak baik: Sirkulasi darah yang buruk sehingga menghambat proses penyembuhan luka
2. Penurunan fungsi saraf akibat tingginya kadar gula darah pada penderita diabetes
3. Kelebihan berat badan (Obesitas)
4. Kelainan pada bentuk kaki, seperti tulang menonjol (Bunion)
5. Gangguan penglihatan
6. Kapalan di kaki
7. Kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman alkohol berlebihan

Pada dasarnya setiap orang yang memiliki riwayat diabetes akan beresiko Ulkus Diabetikum. Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk selalu mengontrol kadar gula darah dan memeriksa kaki secara rutin sebagai upaya pencegahan terjadinya luka atau Infeksi. Mengontrol kadar gula darah dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan menggunakan Glukometer atau alat cek gula darah. Rekomendasi alat cek gula darah terbaik dapat ditemukan di Toko Galer1 Med1ka.

Selain selalu mengontrol kadar gula darah, mengetahui gejala dari Ulkus Diabetikum ini juga dapat memberikan penanganan dengan cepat sebelum kondisinya semakin buruk. Berikut merupakan gejala dari Ulkus Diabetikum yang harus diperhatikan.

Baca artikel lainnya di Galeri Medika

Gejala Ulkus Diabetikum

Gejala Ulkus Diabetikum bervariasi tergantung tingkat keparahan luka. Namun, ada beberapa gejala umum yang sering ditemukan pada Ulkus Diabetikum. Berikut merupakan gejala dari Ulkus Diabetikum:

  1. Luka tidak kunjung sembuh: Luka tidak sembuh ini bisa menimbulkan infeksi dan kematian jaringan
  2. Tidak terasa sakit: Rusaknya sel saraf sehingga luka terasa mati rasa
  3. Luka semakin memburuk:Luka bisa disertai dengan nanah atau cairan yang berbau tidak sedap
  4. Sering kesemutan
  5. Kulit kering
  6. Otot kaki mengecil
  7. Kaki menjadi dingin dan kuku menebal

Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala Ulkus Diabetikum, terutama yang mengalami neuropati diabetik (tidak sensitif terhadap rasa sakit). Apabila mengalami Ulkus Diabetikum harus selalu diperhatikan agar tidak menimbulkan resiko yang lebih membahayakan bagi kesehatan dan mencegah komplikasi. Apabila sudah mengalami Ulkus Diabetikum maka perlu diperhatikan untuk mengobati lukanya agar tidak menimbulkan infeksi.

Cara Pengobatan Ulkus Diabetikum

Penderita Ulkus Diabetikum disarankan untuk menjalani pola hidup sehat dan selalu menjaga kadar gula darah. Menjaga gula darah sangat penting untuk mendukung proses penyembuhan Ulkus Diabetikum serta mencegah komplikasi dari penyakit diabetes lainnya. Selain itu, berikut merupakan beberapa cara pengobatan Ulkus Diabetikum.

- Membalut Dengan Perban: Perban yang digunakan juga harus sesuai agar tidak menimbulkan infeksi. Baca artikel berikut untuk mengetahui jenis-jenis perban medis untuk perawatan luka yang berbeda
- Memberikan obat-obatan: Obat yang dikonsumsi harus sesuai dengan resep dokter
- Debridement (Menghilangkan kulit dan jaringan mati): Terdapat banyak metode debridement yang dapat dilakukan, salah satunya adalah metode bedah
- Menggunakan sepatu atau alas kaki khusus untuk mengurangi tekanan pada kaki

Ulkus Diabetikum: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Selain itu, biasanya dokter juga akan memberikan terapi oksigen hiperbarik untuk memperbaiki aliran darah pada kaki. Jika kondisinya semakin parah, dokter juga akan menyarankan untuk menggunakan tongkat atau kursi roda sehingga dapat mengurangi tekanan pada kaki. Tentunya lebih baik mencegah dari pada mengobati. Berikut merupakan beberapa upaya dalam pencegahan Ulkus Diabetikum:

Pencegahan Ulkus Diabetikum

Meskipun penderita diabetes memiliki resiko yang besar terkena Ulkus Diabetikum.. Namun, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko tersebut, diantaranya sebagai berikut:

    • Periksa bagian kaki secara rutin untuk melihat adanya kapalan atau goresan yang dapat berpotensi menjadi luka
    • Bersihkan kaki secara rutin dengan sabun dan air hangat terutama diantara sela-sela jari kaki
    • Memotong kuku secara rutin
    • Gunakan alas kaki (sepatu/sandal) yang pas dan lembut agar nyaman ketika digunakan.
    • Ganti kaos kaki jika terasa berkeringat atau basah
    • Menggunakan Kaos kaki diabetes untuk melindungi kulit dan meningkatkan sirkulasi darah

Itulah beberapa cara dalam mencegah Ulkus Diabetikum. Selalu periksa kondisi kaki untuk menghindari luka yang dapat menjadi penyebab Ulkus Diabetikum.. Selain itu, perhatikan pola makan dan hal yang terpenting adalah untuk selalu menjaga kadar gula darah agar tetap normal. Menjaga kadar gula darah dapat menggunakan glukometer atau alat cek gula darah. Alat tersebut sudah banyak dijual dipasaran salah satunya adalah Toko Galeri Medika. Selain Glukometer, Galeri Medika juga menyediakan berbagai alat kesehatan yang dijamin 100% Original dan dapat dikirimkan ke seluruh penjuru Nusantara dengan jasa ekspedisi yang terpercaya.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://ojs.fdk.ac.id/index.php/Nursing/article/view/570/156
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/mengenal-ulkus-diabetikum
https://www.alodokter.com/ulkus-diabetikum-luka-pada-kaki-yang-perlu-segera-diobati
http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1412/4/BAB%20II%20fix.pdf