Lari adalah salah satu cabang olahraga tertua di dunia. Sebelum menjadi sebuah cabang olahraga, lari sudah dikenal oleh peradaban-peradaban manusia kuno.
Berlari atau jogging meiliki banyak manfaat bagi tubuh kita. Jogging di pagi hari bermanfaat:
• Membantu membangun tulang yang kuat, karena merupakan latihan menahan beban
• Memperkuat otot
• Membantu menjaga berat badan mencegah obesitas
• Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.
• Mengurangi kolesterol serta menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap stabil.
• Memperbaiki suasana hati, meredakan stres, dan mengurangi risiko depresi.
• Membuat tidur lebih nyenyak.
• Meningkatkan kesehatan mental
• Memperlancar sistem pencernaan
• Memperlancar sistem pernapasan
• Mencegah Osteoporosis.

Persiapan Sebelum Jogging



Persiapan yang baik dapat mendukung kenyamanan dan semangat anda selama melakukan jogging. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum jogging:

1. Memilih sepatu lari yang nyaman di kaki

Sebelum jogging, penting untuk memilih sepatu lari yang sesuai dengan ukuran kaki dan terasa nyaman di kaki saat dipijak. Selain faktor kenyamanan, pemilihan sepatu yang tepat juga bisa menurunkan risiko terjadinya cedera.
Jika Anda sudah terbiasa jogging, penting untuk memerhatikan kondisi sepatu yang digunakan. Apabila sudah terasa tidak enak digunakan, kurang pas, atau rusak, maka lebih baiknya untuk mengganti sepatu lari yang baru.

2. Pakaian olahraga yang nyaman

Selain sepatu, pemilihan pakaian yang tepat juga penting untuk menjaga kenyamanan saat jogging. Pilihlah pakaian olahraga dengan bahan yang mudah menyerap keringat, seperti spandex, katun, atau poliester.
Anda bisa memilih pakaian yang santai, seperti kaos, celana jogging, atau celana pendek, untuk berlari. Bagi para wanita, tersedia legging dan bra khusus olahraga yang nyaman dikenakan saat jogging.

3. Tentukan lokasi dan waktu jogging

Tentukan lokasi dan rute yang nyaman untuk jogging, seperti taman atau gelanggang olahraga. Pilih rute dengan jalan atau jogging track yang rata, tidak licin, dan aman untuk berlari. Anda juga bisa mengganti rute agar tetap semangat dan tidak bosan.

4. Penuhi asupan nutrisi dan energi

Jogging membutuhkan cukup banyak energi, terlebih jika Anda hendak melakukan olahraga ini dalam waktu lebih dari 60 menit. Oleh karena itu, konsumsilah makanan bernutrisi yang mengandung karbohidrat kompleks dan protein setidaknya 3 jam sebelum jogging. Hindari konsumsi makanan tinggi lemak dan serat sebelum jogging.
Selain makan, pastikan juga Anda cukup minum air putih sebelum dan selama melakukan jogging agar tidak mengalami dehidrasi.

5. Menggunakan pedometer bila perlu

Untuk mengetahui berapa jarak yang sudah ditempuh, berapakah langkah yang sudah dilalui, serta berapa banyak kalori yang dibakar oleh tubuh, lebih baik menggunakan pedometer. Pedometer akurat untuk mengetahui semua itu. Sehingga anda bisa mementukan target anda dalam melakukan aktifitas jogging di pagi hari.

Cara Jogging yang Benar



Agar Anda dapat memperoleh manfaat jogging secara maksimal dan menurunkan risiko cedera, ikutilah pedoman olahraga lari dan jogging berikut ini:

1. Lakukan pemanasan sebelum jogging

Pemanasan sebelum jogging sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko cedera, keseleo, dan kram otot. Sebelum melakukan jogging, coba lakukan pemanasan selama 5-10 menit. Beberapa contoh pemanasan sebelum jogging yang bisa Anda lakukan adalah:
• Berdiri dengan satu kaki, sambil mengayunkan kaki yang satunya ke depan dan ke belakang selama beberapa menit, lalu ganti dengan kaki yang lain. Setelah itu, gerakkan kaki memutar, sebagai peregangan untuk pergelangan kaki.
• Berjalan santai, lalu setiap 10 langkah, lompat di tempat dari kaki ke kaki hingga lutut setinggi pinggang. Lakukan lompatan ini selama 5-10 detik, kemudian lanjutkan berjalan santai kembali. Ulangi gerakan ini hingga 4 kali.
• Berjalan dengan mengangkat lutut hingga setinggi pinggang. Lakukan hingga 10 kali pada masing-masing tungkai.

2. Teknik jogging

Jika Anda pemula, disarankan untuk melakukan jogging dengan cara mengombinasikan berlari dan berjalan. Metode ini bertujuan agar tubuh dapat menyesuaikan diri, tidak cepat kehabisan energi, dan mencegah cedera otot dan sendi.
Awali dengan berjalan kaki selama beberapa menit, kemudian mulailah berlari santai dengan jarak dan durasi yang pendek. Misalnya, rasio durasi yang digunakan adalah 1:7, yaitu 1 menit berlari dan 7 menit berjalan kaki.

3. Postur tubuh dan teknik bernapas saat jogging

Condongkan tubuh sedikit ke depan dengan tangan mengepal. Posisi kepala harus selalu tegak saat berlari, tidak menunduk atau mendongak.
Selama jogging, gunakan teknik pernapasan dengan cara menarik napas melalui hidung dan mulut, kemudian hembuskan melalui mulut. Hal ini berguna untuk mencukupi kebutuhan oksigen tubuh saat jogging dan mengurangi risiko terjadinya kram pada otot perut.

4. Pendinginan

Seperti halnya pemanasan, gerakan pendinginan juga perlu dilakukan setelah jogging. Caranya adalah dengan berjalan santai selama 5-10 menit, lalu lakukan peregangan pada beberapa bagian tubuh, seperti kaki, tangan, dan leher.
Setelah pendinginan, tubuh Anda akan merasa lebih nyaman, detak jantung dan pernapasan Anda juga akan kembali normal. Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang saat jogging, minumlah air putih secukupnya setelah melakukan pendinginan.

5. Frekuensi dan durasi waktu ideal jogging

Jogging tidak harus dilakukan setiap hari. Penting juga untuk mengistirahatkan tubuh di sela jadwal jogging. Frekuensi jogging yang disarankan adalah 2-3 kali per minggu dengan total durasi jogging kurang lebih 1-2,5 jam per minggunya.
Manfaat jogging dapat Anda peroleh asalkan jogging dilakukan secara rutin. Akan lebih baik lagi bila jogging dipadukan dengan olahraga lain, seperti berenang, bersepeda, yoga, pilates, atau angkat beban.
Jika dilakukan dengan baik dan benar, jogging berisiko kecil untuk menyebabkan cedera. Meski demikian, pada awal-awal jogging, Anda mungkin akan merasakan nyeri otot pada paha, betis, dan punggung. Hal ini juga bisa Anda rasakan saat mulai jogging kembali setelah sekian lama tidak melakukannya.
Nyeri ini akan mereda dan hilang setelah tubuh Anda mulai terbiasa melakukan jogging. Jika nyeri tersebut tidak kunjung reda selama berhari-hari atau justru bertambah parah, sebaiknya periksakan ke dokter.

Kesimpulan

Berlari atau jogging sangat bermanfaat bagi tubuh, menjaga imunitas agar kita selalu tetap sehat dan terhindar dari virus dan bakteri. Tidak ada alas an untuk tidak jogging, yang terpenting jangan berlebihan dan jangan dilupakan.

Sumber:
https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/running-and-jogging-health-benefits
https://www.alodokter.com/suka-jogging-pahami-hal-hal-ini
https://id.wikipedia.org/wiki/Lari
https://www.merdeka.com/sehat/7-tips-penting-yang-harus-dilakukan-sebelum-olahraga-lari-kln.html
https://doktersehat.com/10-manfaat-joging-mengusir-lemak-hingga-awet-muda/