Nama ilmiah yang tepat untuk perangkat monitor tekanan darah adalah sphygmomanometer, yang secara umum sulit diucapkan, nama lain dari monitor tekanan darah yaitu Blood Pressure Monitor atau yang sering masyarakat dengar yaitu Tensimeter.

Selama beberapa dekade, dokter menggunakan manset kantung udara yang dipompa secara manual dan alat pendengar yang disebut stetoskop untuk mendengarkan suara dinding arteri. Ini dikenal sebagai metode auskultasi untuk mengukur tekanan darah. Menggunakan metode ini membutuhkan beberapa latihan dan biasanya dilakukan oleh praktisi medis terlatih. Monitor ini sering disebut dengan tensimeter aneroid.

Tensimeter Aneroid
Kemajuan baru-baru ini dalam dunia teknologi medis membuka jalan bagi tensimeter digital yang murah dan mudah digunakan yang dapat digunakan siapa saja dalam kenyamanan rumah mereka tanpa pengetahuan atau pelatihan khusus.

Tensimeter Digital menggunakan manset kantung udara tiup, pompa udara bertenaga baterai, dan sensor tekanan untuk merasakan getaran dinding arteri guna mengukur tekanan darah di arteri. Ini dikenal sebagai metode osilometri.

Tensimeter Pergelangan Tangan dan Lengan Atas

Ada dua jenis Tensimeter Digital yaitu model lengan atas (ditunjukkan di atas) dan model pergelangan tangan (ditampilkan di bawah). Model lengan atas memiliki manset yang ditempatkan di lengan atas dan dihubungkan dengan tabung ke monitor yang bertumpu pada permukaan dekat lengan. Model pergelangan tangan lebih kecil dan seluruh unit melingkari pergelangan tangan. Terlepas dari jenis dua jenis tensimeter digital tersebut, fungsi dan metode pengukurannya tetap sama.

Baca artikel lainnya

Mana Yang Lebih Akurat, Tensimeter Pergelangan Tangan atau Lengan Atas?


Bagaimana Cara Kerja Tensimeter Digital?

Tensimeter Digital menggunakan pompa udara untuk mengembangkan manset yang mengelilingi lengan atas atau pergelangan tangan dengan tekanan yang cukup untuk mencegah aliran darah di arteri utama setempat. Tekanan ini kemudian dilepaskan secara bertahap menggunakan katup solenoid yang dikontrol secara digital sampai saat darah mulai mengalir melalui arteri.

Tekanan darah yang diukur dengan sensor tekanan pada titik ini menentukan tekanan sistolik. Denyut nadi juga dirasakan saat ini. Pengukuran yang dilakukan saat aliran darah tidak lagi dibatasi akan menentukan tekanan diastolik. Siklus pengukuran lengkap ini dikontrol secara otomatis oleh mikrokontroler.

Cara kerja tensimeter

Sinyal dari sensor tekanan dikondisikan dengan penguat instrumentasi sebelum konversi data oleh konverter analog-ke-digital (ADC). Tekanan sistolik, tekanan diastolik, dan denyut nadi kemudian dihitung dalam domain digital menggunakan algoritme yang sesuai untuk jenis monitor dan sensor yang digunakan. Pengukuran sistolik, diastolik, dan denyut nadi yang dihasilkan ditampilkan pada layar kristal cair (LCD), ditambahkan dengan waktu dan disimpan dalam memori non-volatil.


Antarmuka Pengguna

Sebagian besar Tensimeter Digital menggunakan LCD monokrom sederhana dengan 100 segmen atau kurang yang dapat digerakkan oleh driver terintegrasi dalam mikrokontroler. Cahaya latar dapat ditambahkan dengan menggunakan satu atau lebih dioda pemancar cahaya putih (LED).

Satu atau lebih tombol tekan dan / atau sakelar fisik biasanya digunakan untuk menghidupkan dan mematikan daya dan untuk memulai pengukuran tekanan darah.

Tensimeter Digital kelas atas dapat menggunakan LCD berwarna dengan layar sentuh untuk menerapkan antarmuka pengguna tingkat lanjut seperti tombol virtual di layar, menu sentuh, grafik, animasi, dll.

Tensimeter beurer BM 58

Pemberitahuan suara di Tensimeter Digital dapat diberikan dengan bunyi bip sederhana yang digerakkan oleh satu atau dua pin port pengontrol mikro yang memiliki kemampuan modulasi lebar pulsa (PWM). Pengumuman suara yang lebih maju dapat dicapai dengan menambahkan audio digital-to-analog converter (DAC) dan speaker yang diperkuat.


Konektivitas

Dalam beberapa tahun terakhir, konektivitas, agregasi dan berbagi data kesehatan telah menjadi tren di ruang kesehatan digital konsumen, terutama di kalangan pengguna yang lebih muda.

Tensimeter Digital yang terhubung memiliki kemampuan untuk mengunggah data ke komputer atau ponsel pintar untuk analisis lebih lanjut dan pelacakan pengukuran dari waktu ke waktu. Transfer data ini biasanya dilakukan melalui antarmuka USB atau secara nirkabel menggunakan tautan radio Bluetooth Low-Energy.

Tensimeter Omron Bluetooth

Tensimeter Digital tingkat lanjut juga dapat menggunakan Wi-Fi dan / atau jaringan nirkabel seluler untuk mengunggah data ke sistem manajemen informasi kesehatan digital jarak jauh tanpa bergantung pada komputer atau ponsel pintar.


Manajemen Daya

Tensimeter Digital lengan atas biasanya menggunakan empat baterai alkaline AA atau AAA (1,5V) dan monitor pergelangan tangan biasanya menggunakan dua baterai alkaline AAA. Sebagai alternatif, Tensimeter Digital kelas atas dapat menggunakan baterai Li-Ion yang dapat diisi ulang dan pengisi daya dinding plug-in yang serupa dengan yang digunakan untuk ponsel pintar.

Untuk memperpanjang masa pakai baterai, pematian daya otomatis setelah beberapa saat tidak aktif dapat diterapkan. Namun, jam waktu nyata (RTC) harus selalu dihidupkan untuk mempertahankan waktu saat ini saat monitor dimatikan.



Sumber : https://techblog.livongo.com/how-do-blood-pressure-monitors-work/