Mendengar kata Inkubator biasanya langsung terpikir mengarah kepada inkubator bayi atau alat yang digunakan untuk menghangatkan bayi. Namun, Inkubator yang akan dibahas kali ini bukanlah inkubator yang digunakan untuk manusia, tetapi inkubator yang digunakan di laboratorium untuk mikroorganisme atau lainnya. Secara umum inkubator merupakan alat yang memiliki suhu tertentu yang memiliki fungsi tersendiri.

Inkubator laboratorium merupakan alat yang penting dalam menunjang penelitian terutama dibidang biologi, mikrobiologi, dan kimia. Inkubator bekerja dengan mengoptimalkan suhu dan kelembaban agar organisme seperti bakteri dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, alat ini sering digunakan untuk membudidayakan bakteri di laboratorium. Selain itu, alat ini juga bisa digunakan untuk menetaskan telur, dan menyimpan sampel penelitian.

Inkubator ini biasanya ditemukan di laboratorium mikrobiologi, rumah sakit, universitas, dan lain-lain. Uniknya, inkubator laboratorium ini memiliki banyak jenis dengan fungsi yang berbeda satu sama lain. Adapun jenis inkubator yang sering ditemukan di laboratorium adalah sebagai berikut

Jenis-jenis Inkubator laboratorium

Inkubator Laboratorium: Jenis-Jenis, Cara Menggunakan, serta Perawatannya

Inkubator Shaker

Inkubator shaker atau biasa disebut dengan "Inkubator pengocok”. Inkubator ini berbeda dengan shaker biasa, karena pada shaker tidak memiliki penutup, sedangkan inkubator ini dilengkapi dengan penutup dan pelindung khusus pada area sampel yang bermanfaat untuk menjaga sampel dari segala zat lain yang dapat memberikan kontaminasi berbahaya seperti jamur dan bakteri terhadap sample. Kelebihan dari inkubator ini adalah dapat memberikan perpindahan panas yang cepat dan rata ke sample atau wadah kultur. Namun sayangnya, Inkubator ini hanya dapat digunakan untuk media berbentuk cair.

Inkubator Laboratorium: Jenis-Jenis, Cara Menggunakan, serta Perawatannya

Inkubator Portable

Karena portable, inkubator ini bisa dibawa kemana-mana sehingga sangat membantu kamu yang sedang melakukan penelitian di luar ruangan. Inkubator ini memiliki ukuran yang lebih kecil dan biasanya digunakan untuk pekerjaan lapangan. Inkubator ini dirancang dengan mempertimbanggkan empat faktor utama yaitu kecepatan, kualitas, harga, dan kinerja.

Inkubator Laboratorium: Jenis-Jenis, Cara Menggunakan, serta Perawatannya

Cooling Incubator

Dari namanya seharusnya sudah tahu bahwa inkubator ini merupakan inkubator yang biasa digunakan untuk menumbuhkan bakteri yang hidup di suhu dingin. Tak hanya sebagai pendingin, alat ini juga memiliki kontrol pemanas dan pendingin yang seimbang karena adanya alat pengatur suhu. Sehingga mempermudah dalam mengatur suhu yang diinginkan. Alat ini juga dilengkapi dengan pengaturan waktu. Sehingga ketika digunakan dapat mengatur waktu berapa lama perlu melakukan inkubasi terhadap sample.

Inkubator Laboratorium: Jenis-Jenis, Cara Menggunakan, serta Perawatannya

CO2 Incubator

Inkubator CO2 atau biasa disebut juga dengan “cell culture incubator” adalah jenis inkubator khusus dilengkapi dengan kontrol otomatis CO2 dan kelembaban agar bakteri tertentu bisa tumbuh di alat tersebut. Proses inkubasi menggunakan alat ini butuh waktu beberapa minggu.

Inkubator Laboratorium: Jenis-Jenis, Cara Menggunakan, serta Perawatannya

Benchtop Incubator

Inkubator jenis ini merupakan yang paling umum digunakan di laboratorium, terutama laboratorium mikrobiologI. Alat ini mampu melakukan inkubasi pada sampel dengan suhu dan kondisi lingkungan terjaga kestabilannya. Jenis incubator ini merupakan versi terbaru dari incubator kotak.

Kelima jenis inkubator tersebut merupakan inkubator yang sering ditemukan dan digunakan di laboratorium. Meskipun memiliki berbagai jenis inkubator, tetapi tetap terdiri dari berbagai komponen utama yang tentunya memiliki fungsi masing-masing. Adapun bagian-bagian dari alat ini yaitu sebagai berikut.

Bagian-Bagian Inkubator

1. Kabinet

Bagian pertama dari alat ini yaitu kabinet. Kabinet merupakan bagian terdepan dari alat ini yang berupa dinding ganda dengan kapasitas ukuran mulai dari 20-800 liter. Dinding bagian luar kabinet ini terbuat dari stainless steel dan bagian dalamnya terbuat dari alumunium. Kedua dinding tersebut memiliki celah ruang yang berbahan dasar wol kaca untuk memberikan isolasi. Dinding bagian dalam juga dilengkapi dengan proteksi yang dapat menopang rak di dalam inkubator.

2. Pintu Inkubator

Pintu inkubator merupakan bagian paling depan yang berfungsi untuk melindungi bagian dalam alat dari udara yang dapat menyebabkan kontaminasi. Dibagian pintu juga terdapat pegangan untuk membuka dan menutup pintu tersebut.

3. Control Panel

Bagian selanjutnya yang ada pada inkubator adalah kontrol panel. Bagian ini berfungsi untuk melihat parameter suhu dan kelembaban secara real time. Bagian ini terletak di dinding luar inkubator.

4. Thermostat

Bagian ini digunakan untuk mengatur suhu yang diinginkan. Setelah itu, maka alat ini akan mempertahankan tetap pada suhu tersebut.

5. Rak atau Shelves

Rak merupakan bagian yang berada dalam kabinet inkubator. Bagian ini berfungsi untuk meletakan media kultur (sample). Beberapa inkubator bagian ini bersifat permanen, namun ada juga yang bisa dilepas pasang. Inkubator yang memiliki rak lepas pasang tentunya memiliki keunggulan yaitu mudah untuk dibersihkan.

6. Tombol On/Off

Bagian inkubator selanjutnya adalah tombol On/Off. Tombol ini biasanya terdapat pada inkubator yang terhubung dengan listrik. Bagian ini biasanya terletak di bagian atas pintu dan disamping control panel. Namun ada beberapa inkubator yang bagian ini terletak di samping alat ini.

7. Tempered Glass

Tempered glass inkubator memiliki ketebalan dan ketahanan yang berbeda dengan jenis tempered glass lainnya. Bagian ini merupakan pelindung antara pintu dan kabinet. Tempered glass ini terbuat dari kaca transparan sehingga bisa digunakan untuk mengamati pertumbuhan bakteri tanpa membukanya.

8. Thermometer

Dari namanya saja sudah tidak asing dengan bagian ini. Termometer merupakan bagian yang berfungsi untuk mengamati suhu didalam alat ini selama proses inkubasi. Biasanya pada inkubator, thermometer berbentuk L dan berada pada bagian dinding atas.

9. Gasket Pintu Asbes

Gasket Pintu Asbes merupakan bagian yang terletak diantara pintu dan kabinet inkubator. Bagian ini berfungsi untuk menahan udara dari luar sehingga tidak akan ada zat udara yang mengganggu pertumbuhan dari bakteri yang sedang dikembang biakan.

10. Hepa Filter Inkubator

Bagian ini hanya dimiliki oleh beberapa inkubator tertentu saja. Fungsi dari Hepa Filter Inkubator adalah untuk menyaring udara kotor sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya kontaminasi pada bakteri kultur.

11. Kontrol Kelembaban Gas

Bagian terakhir dari inkubator yaitu kontrol kelembaban gas. Selain suhu, ketika melakukan inkubasi juga harus diperhatikan kelembabannya. Adapun cara kerja bagian ini yaitu terdapat air pada bagian bawah dan air tersebut bisa menguap sehingga menjaga kelembaban relatif di dalam ruang kabinet.

Itulah beberapa komponen utama yang dimiliki inkubator. Pengetahuan mengenai komponen inkubator dapat memudahkan Kita dalam menggunakan Alat ini.

Inkubator Laboratorium: Jenis-Jenis, Cara Menggunakan, serta Perawatannya

Cara Menggunakan Inkubator Laboratorium

Inkubator berfungsi untuk menjaga kelembaban dan suhu agar mempermudah dalam perkembangbiakan bakteri, penyimpanan sampel, dan lainnya. Cara menggunakan alat ini juga cukup mudah, yaitu sebagai berikut:

  • Menyalakan Alat
  • Mengatur suhu dan sensor CO2
  • Meletakan media kultur (sample):
    Letakan media dengan posisi terbalik yaitu tutup cawan berada pada bagian bawah dan media pada bagian atas. Hal tersebut bertujuan untuk mempercepat proses pertumbuhan bakteri
  • Mematikan dan Membersihkan Alat

Setelah menggunakan inkubator pastikan rak yang digunakan untuk menyimpan media kultur dibersihkan kembali sehingga bakteri yang di kembang biakan tidak diam di dalam inkubator karena dapat membahayakan pengembangan selanjutnya.

Cara merawat Inkubator Laboratorium

Perawatan inkubator sangatlah penting untuk membuat alat ini dapat bertahan lama. Hal terpenting dalam perawatan inkubator yaitu selalu menjaga dalam keadaan bersih, karena inkubator yang kotor merupakan sarangnya bakteri dan jamur yang dapat membahayakan proses pertumbuhan bakteri yang sedang diamati.

Dalam proses keperawatan dapat menggunakan desinfektan untuk membersihkan area di dalamnya. Desinfektan ini akan membunuh organisme yang tidak diinginkan. Semprotkan disinfektan kebagian rak atau shelves. Sebelum membersihkannya, keluarkan terlebih dahulu semua bahan atau media yang ada di dalam inkubator. Bersihkan juga bagian pintu untuk menghindari kontaminasi mikroorganisme lain.

Jika sudah menggunakan inkubator jangan lupa untuk mencabut dayanya. Terakhir, letakan inkubator di tempat atau meja yang memiliki permukaan rata. Jauhkan inkubator ini dari sumber getaran, misal shaker karena dapat mempengaruhi kinerja nantinya

Nah itulah pembahasan mengenai Inkubator laboratorium. Inkubator laboratorium ini memiliki jenis dan fungsi yang berbeda, mulai dari inkubator portable yang kecil, hingga inkubator CO2 yang khusus. Inkubator ini memiliki komponen-komponen utama yang dapat menunjang kerja dari Inkubator. Cara penggunaan alat ini juga cukup simple.

Ingin tahu informasi menarik lainnya? Yuk, kunjungi website Galeri Medika. Di Galeri Medika, Kamu juga bisa membeli alat kesehatan yang dijamin 100% Original dan dapat dikirim ke seluruh Nusantara menggunakan jasa ekspedisi terpercaya.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://lsi.fleischhacker-asia.biz/inkubator/
https://analitika.co.id/bagian-inkubator/
https://analitika.co.id/incubator-laboratorium/