Penyakit pernapasan terutama asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan masalah kesehatan yang cukup serius karena memengaruhi jutaan orang diseluruh dunia. Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan gejala yang mengganggu, seperti sesak napas, batuk, ketidaknyamanan pada dada, sehingga dapat membatasi aktivitas sehari-hari.

Biasanya gejala dari penyakit pernapasan dapat diredakan dengan menggunakan alat khusus yang dapat memasukan obat kedalam paru-paru dengan cepat sehingga dapat dengan cepat meredakan gejalanya. Tentunya, kedua alat tersebut juga memiliki perbedaan dari bentuk, cara kerja, dan lainnya. Artikel ini akan membahas mengenai kedua alat tersebut dan manakah yang lebih efektif dalam meredakan gejala pernapasan.

Apakah Nebulizer Lebih Baik dibandingkan Inhaler untuk Asma dan PPOK?

Inhaler vs Nebulizer

Inhaler merupakan alat bantu pernapasan yang merubah obat cair menjadi aerosol langsung ke dalam mulut dan bekerja dalam beberapa detik. Inhaler ini memiliki dosis yang terukur dan cepat, dan ketika menggunakannya, mulut harus tertutup rapat dan ditahan menggunakan bibir.

Sedang nebulizer merupakan alat yang mengubah obat menjadi kabut lalu disalurkan melalui masker pada wajah namun pemberian obat ini memerlukan waktu yang cukup lama yaitu antara 5 hingga 20 menit. Nebulizer ini cocok digunakan untuk anak anak karena bisa lebih mudah digunakan dan akurat dalam memberikan dosis yang sesuai.

Kebanyakan orang cenderung menggunakan inhaler karena kemampuan kerjanya yang cepat dan ukurannya yang kecil. Sedangkan nebulizer biasanya digunakan di rumah atau di rumah sakit karena mudah digunakan, cepat disesuaikan, dan dapat mencampurkan obat ke dalam perangkat. Tentunya kedua alat tersebut memerlukan teknik khusus untuk mendapatkan hasil yang optimal karena memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing dari setiap alat.

Apakah Nebulizer Lebih Baik dibandingkan Inhaler untuk Asma dan PPOK?

Inhaler

    - Lebih banyak kemungkinan obat tidak terdistribusi dengan benar
    - Hanya bisa digunakan hingga dosis obat habis
    - Mudah dibawa kemana saja
    - Obat sampai dengan cepat
    - Dosis obat sudah terukur

Nebulizer

    - Penyampaian obat lebih akurat
    - Bisa digunakan dalam jangka waktu lama
    - Kurang portable (tergantung merk dan tipe)
    - Pengiriman obat memakan waktu lama
    - Dosis harus diukur oleh pengguna
    - Dosis lebih tinggi

Jenis-Jenis Nebulizer dan Inhaler

Nebulizer dan Inhaler memiliki jenis yang cukup bervariasi dengan keunggulannya masing-masing. Mulai dari ukuran, jenis kabut, dosis obat, dan lainnya dapat ditemukan berbagai macam varian yang menarik. Salah satu Toko yang menjual Nebulizer dan Inhaler adalah Galer! Med!ka. Sebelum memutuskan untuk membelinya, maka alangkah baiknya untuk mengetahui jenis-jenis kedua alat tersebut agar tidak bingung ketika memilihnya.

Apakah Nebulizer Lebih Baik dibandingkan Inhaler untuk Asma dan PPOK?

Nebulizer

Terdapat beberapa jenis nebulizer yang harus diketahui, diantaranya:

  1. Jet Nebulizer: Merupakan nebulizer yang paling sering digunakan karena praktis, murah, dan bisa semua obat. Nebulizer ini menggunakan kompresor untuk mengubah obat cair menjadi uap.
  2. Ultrasonik Nebulizer: Nebulizer terbaru yang mengandalkan getaran suara berfrekuensi tinggi (ultrasonik) untuk mengubah cairan obat menjadi uap. Memiliki suara yang lebih tenang. Namun, nebulizer ini tidak dapat digunakan untuk semua jenis obat karena menghasilkan panas yang dapat mempengaruhi kandungan obat.
  3. Mesh Nebulizer: Jenis nebulizer ini berteknologi tinggi menggunakan micro pump untuk menghasilkan aerosol. Mesh nebulizer dianggap paling efisien, tidak bising, dan menghasilkan uap yang lebih halus dibandingkan jenis lainnya.

Inhaler

Terdapat beberapa jenis Inhaler yang harus diketahui, yaitu:

  1. Inhaler Hydrofluoroalkane (HFA): HFAs mengandung obat cair yang diubah menjadi aerosol dalam tabung bertekanan yang terpasang pada tutup dosis terukur. Saat ingin menghirupnya, maka tabung harus ditekan untuk menghirup obat tersebut. Biasanya menggunakan HFA ini perlu tambahan spacer yang dapat terhubung dengan inhaler sehingga menampung kabut saat keluar dari perangkat sehingga tidak banyak obat yang terbuang.
  2. Inhaler Serbuk Kering (DPI): Inhaler jenis ini akan mengeluarkan semprotan obat bubuk kering, bukan bentuk cair. Inhaler ini tidak memerlukan spacer, cara menggunakannya yaitu tahan napas selama hingga 10 detik, kemudian lepaskan perangkat dari mulut Anda sebelum menghembuskan napas agar udara lembab dari mulut tidak mengkontaminasi perangkat dan menggumpalkan bubuknya.
  3. Inhaler Kabut Lembut (SMI): Jenis inhaler ini memberikan dosis lebih rendah dan melepaskan kabut lembut dari obat yang sudah diukur sebelumnya. Berbeda dengan jenis inhaler lainnya, SMI tidak memerlukan sinkronisasi napas dengan laju obat. Sehingga SMI sangat efektif dalam mengantarkan obat ke dalam paru-paru.
Apakah Nebulizer Lebih Baik dibandingkan Inhaler untuk Asma dan PPOK?

Penggunaan kedua alat ini tidak menimbulkan efek samping tersendiri. Biasanya efek samping yang ditimbulkan berasal dari obatnya bukan dari perangkat yang digunakannya. Namun, ada beberapa hal yang mungkin berasal dari perangkatnya misal, perangkat tersebut tidak dibersihkan dengan benar dan rutin sehingga beresiko terkena penyakit lainnya.

Nebulizer dan inhaler merupakan dua jenis perangkat yang dapat mengirimkan obat langsung menuju paru-paru sehingga dapat meredakan gejala penyakit pernapasan. Inhaler membutuhkan tekanan untuk mengirimkan obat, sedangkan nebulizer menggunakan mesin untuk menghasilkan kabut halus melalui masker yang digunakan pada hidung dan wajah.

Nebulizer lebih mudah digunakan dibandingkan dengan inhaler terutama bagi anak-anak, karena lebih mudah menghirup obat, dan dapat memberikan dosis yang akurat. Disisi lain, inhaler memerlukan teknik yang benar untuk memberikan jumlah obat yang tepat dan tidak banyak terbuang, sehingga diperlukan banyak latihan dalam menggunakannya.

Kedua perangkat tersebut tentunya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, namun tetap memiliki fungsi yang sama yaitu untuk mengurangi gejala penyakit pernapasan terutama asma dan PPOK. Kedua produk tersebut dapat dibeli secara langsung maupun online di Toko Galeri Media. Selain alat tersebut, Galeri medika juga menyediakan berbagai alat kesehatan yang dijamin 100% original dan dapat dikirim ke seluruh Nusantara menggunakan jasa ekspedisi terpercaya.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.verywellhealth.com/metered-dose-inhalers-and-wet-nebulizers-915046
https://www.omronbrandshop.com/blog/nebulizers-better-than-mdi/
https://www.alodokter.com/ketahui-jenis-alat-inhaler-asma-dan-cara-menggunakannya