Kelahiran seorang bayi merupakan salah satu momen yang paling membahagiakan dalam kehidupan perempuan. Kehadiran bayi tersebut memberikan status baru bagi seorang perempuan, yaitu menjadi seorang Ibu. Menjadi seorang ibu tentunya perlu melakukan berbagai penyesuaian dan hal baru khususnya bagi ibu yang baru melahirkan Anak pertama. Kondisi dimana harus melakukan penyesuaian ini, menyebabkan ibu sangat tertekan dan dapat menjadi stress baik secara fisik maupun psikologis. Ketika Ibu merasa sangat tertekan setelah melahirkan (Post partum) biasanya mempengaruhi kondisi kesehatan mental, masalah tersebut merupakan gangguan psikologis yang biasa terjadi pasca persalinan.

Masalah kesehatan mental (kondisi psikologis) yang sering muncul pada Ibu post partum biasanya disebut Post Partum Blues atau lebih dikenal dengan sebutan Baby Blues. Baby Blues merupakan perasaan depresi ringan yang dialami ibu setelah melahirkan. Hampir setiap Ibu setelah melahirkan mengalami Baby Blues, oleh sebab itu sering tidak terdiagnosis dan mengakibatkan perasaan yang tidak menyenangkan dan dapat memberikan dampak buruk. Baby blues umumnya dianggap respon emosional normal terhadap hormon yang berubah dan perubahan peran baru setelah melahirkan. Meski sering tak disadari, namun beberapa penelitian menjelaskan bahwa 70% dari semua Ibu yang melahirkan pernah mengalami Baby Blues, dan sekitar 10-20% Ibu yang baru pertama melahirkan mengalami Postpartum Depression.

Apa itu Baby Blues? Kenali Tanda-tandanya dan Cara Menanganinya

Tanda Ibu Mengalami Baby Blues

Biasanya ibu mengalami perubahan suasana hati (mood) akibat baby blues yang dialami ibu dalam minggu pertama selama persalinan. Pada sebagian kasus juga biasanya terjadi beberapa minggu saat beradaptasi dengan kondisi yang baru. Kenali tanda-tanda baby blues agar bisa ditangani

1. Menangis tanpa alasan

Ciri baby blues yang paling sering dialami oleh Ibu setelah persalinan adalah sering menangis. Biasanya seseorang akan menangis jika ada alasan, namun pada kasus baby blues, Ibu akan sering menangis tanpa alasan yang jelas. Hal tersebut merupakan ciri pertama bahwa mengalami Baby Blues.

Mood Swing (Berubah Suasana Hati)

Mood Swing atau perubahan suasana hati termasuk kedalam tanda-tanda mengalami Baby Blues. Biasanya kondisi ini akan terjadi selama satu minggu pertama setelah melahirkan. Namun tidak dipungkiri juga, kondisi ini akan baru dialami beberapa minggu kemudian.

3.Mudah Tersinggung

Perkataan atau perbuatan orang lain dapat membuat seorang Ibu tersinggung dan marah padahal maksud dari orang tersebut tidak ada niat menyinggung, Nah, apabila mengalami kondisi tersebut maka patut dicurigai sebagai Baby Blues, terutama setelah melahirkan. Terkadang Ibu juga akan merasa kesal dan marah jika si Kecil rewel.

4. Merasa Lelah dan Tidak Bertenaga

Kelelahan yang luar biasa juga bisa menjadi tanda dari baby blues. Biasanya Ibu akan merasa lelah jika baru melahirkan karena tenaga ibu akan terkuras untuk mengurus bayi ditambah dengan jam tidur yang tidak menentu.

5. Tidak Nafsu Makan

Setelah melahirkan ibu akan memiliki nafsu makan yang lebih besar dari biasanya apalagi harus memberikan ASI kepada bayi. Namun, apabila ibu mengalami penurunan nafsu makan maka harus dicurigai sebagai kondisi baby blues.

Apa itu Baby Blues? Kenali Tanda-tandanya dan Cara Menanganinya

6. Konsentrasi Menurun

Ciri dari Baby Blues yang lainnya yaitu terjadinya penurunan konsentrasi. Bila mengalami hal tersebut biasanya Ibu akan melakukan kesalahan tanpa sengaja seperti lupa mematikan kompor,lupa menaruh barang, dan hal kecil lainnya.

Nah itulah beberapa tanda seorang Ibu mengalami Baby Blues. Biasanya Ibu akan mengalami baby blues seminggu pasca melahirkan, namun tidak menutup kemungkinan terjadi setelah beberapa minggu. Meski baby blues sering dialami oleh ibu, namun sebagian kecil ayah juga bisa mengalaminya. Baby blues ini tentu ada faktor penyebabnya. Berikut merupakan beberapa faktor penyebab baby blues.

Faktor Penyebab Baby Blues

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seorang ibu mengalami baby blues diantaranya:

  • Dukungan Sosial yang Kurang
  • Stress selama kehamilan
  • Perubahan Hormon
  • Sulit Beradaptasi
  • Kurang Istirahat
  • Riwayat Gangguan Mental
  • Perubahan peran dan identitas
  • Kehamilan dan persalinan yang kompleks
  • Berusia Muda
  • Kurang vitamin dan mineral tertentu

Baby Blues berbeda dengan depresi setelah persalinan yang lebih serius dan berkelanjutan. Jika perasaan sedih atau kecemasan terus berlanjut dan semakin memburuk, maka disarankan untuk konsultasi dengan profesional kesehatan. Walaupun baby blues sering terjadi dan dialami oleh banyak orang, perlu diketahui bagaimana cara mengatasinya agar tidak menjadi masalah yang lebih serius. Berikut merupakan beberapa tips untuk menghindari terjadinya baby blues.

Tips Menangani Baby Blues

Ada beberapa cara yang dapat membantu untuk menangani baby blues. Simak cara menangani baby blues dibawah sini.

Dukungan Emosional

Berbicaralah dengan teman, pasangan, atau keluarga terdekat terkait perasaan yang dialami. Hal tersebut dapat membantu melepaskan perasaan yang mengganjal. Jangan ragu untuk bercerita, curhat, atau meminta bantuan dan dukungan bila merasa sangat membutuhkan. Karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan dukungan satu sama lain.

Apa itu Baby Blues? Kenali Tanda-tandanya dan Cara Menanganinya

Konsumsi Makanan Bergizi

Memperoleh asupan gizi yang baik dapat menjaga kesehatan fisik dan meningkatkan suasana hati. Jadi, pastikan tubuh menerima asupan makanan yang bergizi agar terhindar dari baby blues.

Cukupi Waktu Istirahat

Cobalah untuk istirahat atau tidur sebanyak mungkin. Istirahat yang cukup dapat membantu mengatasi kelelahan yang memperburuk perasaan.

Mementingkan Perawatan Diri

Meluangkan waktu untuk merawat diri sendiri dapat menjadi salah satu dalam mengatasi baby blues. Cobalah untuk melakukan perawatan seperti spa, relaksasi, atau aktivitas yang sekiranya dapat meningkatkan suasana hati.

Berolahraga

Berolahraga ringan seperti berjalan-jalan, terutama di tempat yang indah dan nyaman maka dapat membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi stress.

Menjaga Kesehatan Fisik

Menjaga kesehatan fisik seperti makan dengan baik, menyempatkan jalan-jalan, dan menjaga rutinitas harian dapat membantu memperbaiki suasana hati sehingga terhindar dari baby blues.

Baby blues merupakan kondisi yang sulit untuk dihindari bagi sebagian orang, namun hal tersebut harus dicegah agar Ibu lebih bahagia sehingga dapat memberikan cinta dan perhatian yang maksimal pada Bayi. Perlu diingat bahwa baby blues bisa hilang dengan sendirinya, namun apabila baby blues diabaikan maka dapat menjadi kondisi depresi pasca melahirkan. Apabila perasaan sedih atau kecemasan semakin memburuk sepanjang hari maka jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan agar mendapatkan dukungan dan cara penanganan yang sesuai.

Ingin tahu informasi menarik lainnya? Yuk, kunjungi website Galeri Medika. Di Galeri Medika, Kamu juga bisa membeli alat kesehatan yang dijamin 100% Original dan dapat dikirim ke seluruh Nusantara menggunakan jasa ekspedisi terpercaya.

Klik Untuk Lihat Sumber>

https://www.ejournal.pancabhakti.ac.id/index.php/jkpbl/article/view/73/59
https://telemed.ihc.id/artikel-detail-1014-Bagaimana-Menangani-Baby-Blues.html
https://telemed.ihc.id/artikel-detail-1012-Baby-blues,-Apa-Itu.html
https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kehamilan/kenali-tanda-tanda-sindrom-baby-blues