Terkadang kita suka dengan hewan seperti anjing, kucing, dan hewan lainnya dan ingin memeliharanya dengan baik. Mereka bisa menemani kita dalam kesepian, menuruti apa yang kita mau, bermain bersama, tempat pelepas penat dan masih banyak lagi yang membuat kita ingin sekali mempunyai hewan peliharaan.
Namun perlu yang namanya pikir seribu kali risikonya kecuali Anda punya uang cukup untuk mengeceknya selalu ke dokter hewan. Karena ada beberapa hewan yang sangat berbahaya apabila mereka sakit. Baik berbahaya bagi hewannya sendiri maupun berbahaya ke makhluk lainnya di sekitarnya bahkan manusia sekalipun.

Berikut ini macam-macam penyakit yang disebabkan dari hewan yang semuanya disebabkan oleh virus. Baik yang bisa dipelihara maupun tidak.

1. Rabies

 

 

 

Siapa yang tidak asing dengan nama penyakit ini? Rabies atau diesbut juga dengan penyakit anjing gila adalah penyakit infeksi akut pada sistem saraf mamalia termasuk manusia yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini sangat mematikan dan bersifat zoonotik atau menular dari hewan ke manusia.

Penularan terjadi akibat partikel virus yang berada dalam air liur hewan terinfeksi berhasil masuk ke dalam tubuh manusia atau hewan peka, misalnya melalui gigitan. Hewan yang menularkan rabies di antaranya anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. Lebih dari 99% kematian manusia akibat rabies disebabkan oleh gigitan anjing.

Pada manusia, terdapat gejala-gejala yang ditimbulkan dari virus rabies ini. Gejala awal yang ditimbulkan dari rabies adalah demam, lemas, kesemutan, sakit kepala, sakit pada bekas gigitan, serta timbul merasa cemas yang mana gejala ini sama seperti dengan flu biasa. Gejala yang timbul secara lanjutan adalah kram otot, insomnia, cemas, bingung, halusinasi, produksi air liur berlebih, mengalami kesulitan menelan, dan sesak napas.

Pemberian vaksin anti rabies (VAR) setelah tergigit hewan yang diduga membawa virus rabies merupakan cara terbaik agar terhindar dari rabies. Dosis pemberian vaksin setelah tergigit hewan yang diduga membawa virus rabies pada tiap orang dapat berbeda-beda. Umumnya, vaksin diberikan sebanyak 4 kali pada orang yang belum pernah divaksin, dalam periode 21 hari.

Sedangkan bagi orang yang pernah menerima vaksin, maka pemberian hanya dilakukan 2 kali dalam periode 3 hari. Seseorang yang akan melakukan aktivitas berisiko tinggi terpapar virus rabies, juga dianjurkan untuk menerima vaksin tambahan sebelum menjalani aktivitas tersebut.

 

 

2. Antraks

 

 

 

 

Antraks adalah penyakit menular akut dan sangat mematikan yang disebabkan bakteri yang bernama Bacillus anthracis dalam bentuknya yang paling ganas namun antraks merupakan penyakit serius dan jarang.

Gejala antraks sendiri berbeda-beda tergantung masuknya sang bakteri ke dalam tubuh manusia. Berdasarkan asal mulanya, Antraks dibagi menjadi 3 gejala. Yaitu antraks yang menular lewat kulit, pencernaan, dan pernapasan.

Antraks pada kulit menyebabkan munculnya banyak benjolan kulit yang dapat terasa gatal. Benjolan ini paling sering muncul di daerah wajah, leher, dan lengan. Selanjutnya benjolan itu dapat berubah menjadi borok berwarna hitam yang tidak menyebabkan nyeri.

Gejala antraks pada pencernaan atau antraks gastrointestinal adalah mual dan muntah, tenggorokan sakit dan kesulitan menelan, sakit perut, nafsu makan menurun, sakit kepala, demam, serta muncul benjolan pada leher. Ketika kondisinya makin parah, penderita dapat mengalami diare dan BAB berdarah.

Gejala awal anthraks jenis ini menyerupai gejala penyakit flu, seperti demam, nyeri menelan, nyeri otot, dan kelelahan. Gejala lanjutannya berupa sesak napas hingga syok. Anthraks pernapasan dapat menyebabkan peradangan selaput otak dan saraf tulang belakang (meningitis).

Pengobatan anthraks lebih efektif jika dilakukan secepatnya. Dokter akan memberikan kombinasi sejumlah antibiotik, seperti penisilin, doxycycline, dan ciprofloxacin untuk memaksimalkan pengobatan.

Untuk mencegah antraks adalah dengan mencegah bakteri masuk ke dalam tubuh maupun kulit seperti:

 

• Memastikan daging telah dimasak hingga matang sebelum dimakan.
• Menjalani vaksinasi antraks, terutama jika Anda berisiko tertular antraks.
• Menghindari interaksi dengan binatang yang terinfeksi antraks

 

3. Leptospirosis

 

 

 

 

Leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri Leptospira sp. yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Bakteri ini disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri ini. Beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa Leptospirosis adalah anjing, hewan pengerat seperti tikus, dan kelompok hewan ternak seperti sapi atau babi.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah mual, muntah, meriang, sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, diare, kulit atau area putih pada mata yang menguning, demam, ruam, dan konjungtivitis.

Infeksi leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik untuk membasmi bakteri dan mengembalikan fungsi tubuh yang terganggu akibat kondisi ini. Obat antibiotik yang umumnya digunakan untuk leptospirosis adalah penisilin dan doksisiklin.