Namun kadangkala menggunakan timbangan bayi yang manual akan sulit digunakan. Mengapa demikian? Ada beberapa hal yang membuat timbangan bayi manual lebih sulit.

1. Bayi akan bergerak-gerak sehingga sulit untuk mengetahui lebih rinci mengenai berat badan bayi tersebut.
2. Tidak memiliki ukuran tinggi badan bayi yang mana ada di timbangan bayi digital
3. Tidak memiliki memori ketika ingin mengingat berat badan sebelumnya

Bagaimana cara mudahnya menggunakan timbangan bayi digital

Onemed OD231B dan GEA ER7210?

1. Pastikan bayi anda tidak dalam menggunakan pakaian apapun. Karena akan mempengaruhi berat badan bayi sehingga kurang akurat.
2. Pasang baterai dan hidupkan timbangan bayi digital
3. Jika ingin menggunakan selimut sebagai alas pada bayi, letakan selimut terlebih dahulu. Kemudian pastikan angkanya berada di angka 0 dengan menekan tombol zero sehingga selimut tidak terhitung dalam berat badan bayi.
4. Berjaga-jaga apabila bayi tergelicir, pastikan tangan anda berada di atas dada bayi anda. Namun jangan menyentuhnya karena akan mempengaruhi berat badan bayi.
5. Segera tekan tombol Hold. Fungsinya agar mengetahui berat badan bayi dengan mudah. Karena bayi sering bergerak-gerak yang akan mempengaruhi berat badanya. Sehingga angkanya selalu berubah-ubah. Hold akan memberikan angka yang tepat ketika bayi dalam keadaan bergerak. Kemudian bisa dicatat pada umur sekian si bayi memiliki berat badan yang sudah ditimbang tadi.
6. Ukur juga tinggi badannya dengan menarik bagian kepala bawah timbangan bayi yang berbentuk kotak tipis, cabut bagian karet yang terletak di atas timbangan bayi, tancapakan kotak tipis tersebut. Tujuannya agar bisa menjadi patokan nol pada tinggi bayi serta memastikan bayi berada di posisi yang pas ketika ingin diukur tinggi bayinya.
7. Tarik juga bagian bawah timbangan bayi yang seperti laci, maka akan muncul angka berupa sentimeter pastikan kaki bayi dalam keadaan terpijak di bagian bawah timbangan tersebut. Jika sudah dikiranya tegak pas, catat tinggi bayinya pada umur sekian.

Pentingnya mengukur berat badan bayi

1. Sebagai gambaran pertumbuhan fisik bayi.
Pertumbuhan bayi secara umum bisa diamati lewat naik turunnya berat badan bayi.
Pencatatan berat badan bayi di KMS atau kartu menuju sehat, terdapat tabel menggambarkan perkembangan anak dari bulan ke bulan.
Perlu diketahu, KMS merupakan catatan grafik perkembangan anak yang diukur sesuai umur, berat badan, dan jenis kelamin. Hasil pencatatan rutin membantu Mama mendapat gambaran bagaimana status gizi si Kecil.

2. Untuk memantau kesehatan bayi
Tahukah kamu bahwa bayi baru lahir bisa kehilangan berat badan selama beberapa hari pertama kehidupannya? Penurunan berat badan bayi disebut normal jika hanya berkisar 5-10 persen dari berat badan saat lahir.
Seharusnya, dua minggu setelah bayi lahir, berat badannya akan kembali seperti ketika ia lahir, atau lebih berat dari itu. Itulah mengapa ibu yang baru melahirkan diminta perlu menimbang anaknya ketika 2 minggu setelah melahirkan.
Bahkan, pada KMS untuk bayi usia 1-24 bulan tertulis berapa kenaikan berat badan minimum setiap bulan. Contoh, bayi lahir dengan berat 3,3 kg. Maka, saat usia 1 bulan, berat badan minimumnya harus mencapai 4,1 kg.
Ketika berat minimum tercapai, tandanya si Kecil sehat dan telah menerima asupan nutrisi cukup melalui ASI. Jika tidak, maka dokter atau bidan akan mengevaluasi kondisi bayi dan mencari tahu penyebabnya, sehingga bisa segera ditangani. Pada usia 0-6 bulan bayi hanya mengandalkan ASI sebagai asupan nutrisi. Semua ASI itu baik, tidak ada yang buruk, tetapi produksi ASI tiap ibu menyusui bisa berbeda-beda. Pemantauan berat badan bayi juga menjadi indikator untuk memastikan ia cukup menerima ASI dan menyusui dengan benar. Salah satu tanda bayi tidak memperoleh ASI cukup adalah pertambahan berat badan yang agak lambat.
Jika hal ini terjadi, dokter atau bidan akan menanyakan bagaimana proses menyusui ibu pada bayi. Beberapa hal seputar menyusui yang sering dievaluasi adalah:
• Posisi pelekatan menyusui.
• Proses pemberian ASI, apakah menyusui langsung atau melalui media lain seperti sendok, pipet, dan cup feeder, serta frekuensi menyusui.
• Risiko bingung puting, terutama pada pemberian ASI dengan media dot.
• Kemungkinan bayi mengalami tongue-tie.

3. Mempercepat penanganan dokter atau bidan.
Jika ibu rutin menimbang bayi setiap bulan, maka kondisi kesehatan bayi terpantau dengan baik. Hasil pengamatan sekecil apa pun bisa menjadi indikator bagi dokter atau bidan untuk menilai status kesehatan bayi.
Misalnya, berat badan bayi hanya naik sedikit selama dua bulan belakangan. Ibu akan ditanya, bagaimana ASI yang diberikan, komposisi MPASI yang didapat jika bayi sudah 6 bulan, atau hal lain terkait pemenuhan gizi si kecil.
Saat ada satu dua hal yang dirasa janggal, dokter atau bidan bisa segera menangani secepatnya. Pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan jika ditemukan masalah medis tertentu yang menyebabkan berat badan bayi sulit naik.
Bayangkan jika Ibu tidak memantau rutin perkembangan bayi atau menganggap sepele masalah ini. Apa yang akan terjadi pada bayinya nanti? maka dari itu lebih baik selalu dipantau mengenai kesehatan bayi dengan menggunakan timbangan bayi salah satunya.

Sumber:

https://id.wikihow.com/Menimbang-Berat-Bayi
https://www.popmama.com/baby/0-6-months/anindita-budhi/kenapa-harus-memantau-berat-badan-bayi-lewat-kms-ini-jawabannya/full